Sifilis adalah infeksi menular seksual yang dapat diderita oleh pria maupun wanita akibat perilaku seks yang tidak sehat. Perilaku seks tidak sehat yang dimaksud adalah berhubungan seks dengan seseorang yang tidak terjamin kesehatan seksualnya (misalnya berhubungan intim dengan pekerja seks komersil), bergonta-ganti pasangan, melakukan anal seks, dan sejenisnya.

Sifilis, sipilis, raja singa, atau dikenal juga dengan istilah gonore adalah penyakit yang dapat membuat kencing penderitanya bercampur dengan nanah. Organ intim juga agak merasakan panas dan sakit saat berkemih.

Gonore adalah satu dari sekian PMS yang relatif membutuhkan waktu penyembuhan yang tidak instan. Pengobatannya pun harus di bawah pengawasan dokter karena sifat dari penyakit ini yang cenderung kronis.

 

Apa Penyebab Sifilis?

Sifilis adalah penyakit yang disebabkan oleh bakteri yang dapat bersarang di organ intim. Bakteri penyebab sifilis dinamakan Treponema pallidum dengan sub-spesies pallidum.

Sekilas Tentang Treponema Pallidum

Treponema pallidum (selanjutnya kita sebut T. Pallidum) adalah bagian dari anggota filum Spirochaetae. Bakteri T. Pallidum memiliki bentuk spiral dan terdiri dari empat subspesies yaitu:

Bakteri ini bersifat motil (mampu bergerak) dan menginfeksi manusia melalui hubungan seksual. Bakteri ini masuk ke dalam tubuh parasit dari celah yang terdapat diantara sel epitel.

Tak hanya melalui hubungan seksual, bakteri ini juga dapat menular kepada janin dengan melalui jalur transplasental pada masa-masa akhir kehamilan.

Bagaimana Sifilis pada Wanita?

Faktor kondisi Miss V yang selalu lembab bahkan terkadang cenderung basah membuat bakteri penyebab sifilis ini bersarang di organ kelamin wanita.

Sifilis pada wanita ditandai dengan gejala berupa munculnya luka di area penularan. 3 minggu setelah bakteri memasuki tubuh, T. pallidum akan menyebar ke area bibir, mulut, serta bagian tubuh lainnya.

Bagian yang mengalami infeksi ini akan terlihat memerah dan selajutnya akan menyebabkan pembesaran kelenjar getah bening.

Stadium Sifilis

Dalam perkembangannnya, sifilis terbagi ke dalam empat stadium dengan gejala yang berbeda pada tiap stadiumnya.

Stadium Pertama

Stadium pertama terjadi setelah 10 sampai 90 hari setelah infeksi T. pallidum terjadi. Berikut ciri-cirinya:

  • Bintil pada permukaan kulit
  • Luka tunggal pada bagian masuknya bakteri
  • Bengkak pada beberapa organ tubuh

Stadium Kedua

Ciri-cirinya adalah:

  • Gatal
  • Sakit kepala
  • Demam
  • Nafsu makan turun

Stadium Ketiga

Stadium sifilis ketiga tidak memiliki ciri-ciri karena pada stadium ini bakternya sudah bersifat laten, namun bukan berarti bakterinya sudah mati. Bakteri ini tetap hidup dan akan aktif kembali pada stadium berikutnya.

Stadium Keempat

Bakteri telah meyebar ke seluruh tubuh dan dapat merusak otak, tulang, serta jantung.

Meskipun sifatnya yang kronis, sifilis adalah penyakit seksual yang dapat diobati. Anda tak perlu cemas jika Anda memiliki gejala-gejala umun sifilis. Akan jauh lebih baik jika Anda memeriksakan kesehatan Anda lebih dini sebelum memasuki stadium yang lebih berat.

 
 
Anda juga tak perlu cemas menentukan klinik pengobatan yang tepat karena di Jakarta sudah ada klinik spesialis ginekologi, andrologi, dan penyakit kelamin, yaitu Klinik Utama Gracia.

Silakan kunjungi website kami untuk info lebih lanjut. Anda juga dapat mengontak customer service kami untuk konsultasi dan reservasi secara online. Sampai jumpa di klinik Utama Gracia.