Bagaimana cara penularan penyakit sifilis? Masa inkubasi adalah waktu antara paparan penyakit dan gejala pertama. Luka kulit yang disebut chancre biasanya merupakan gejala pertama penyakit sifilis yang ditularkan secara seksual. Chancre muncul antara 3 minggu hingga 3 bulan setelah seseorang terinfeksi penyakit sifilis.

Penyakit Sifilis Adalah Pengertian Dari

Penyakit sifilis adalah IMS yang disebabkan oleh bakteri. Jika tidak segera diobati oleh dokter, penyakitnya bisa memburuk seiring waktu dan dapat menyebabkan masalah kesehatan yang serius. Infeksinya dapat aktif sewaktu-waktu dan dapat tidak aktif di waktu lain. Ketika infeksinya aktif, kemungkinan memiliki gejala.
 
Dan ketika infeksinya tidak aktif, kemungkinan tidak memiliki gejala, meskipun masih terinfeksi penyakit sifilis. Akan tetapi bahkan ketika tidak memiliki gejala, masih dapat menularkan penyakit sifilis kepada orang lain. Cara penularan penyakit sifilis tidak harus dari berhubungan seksual. Cara penularan penyakit sifilis hanya dengan berhubungan dekat dengan alat kelamin, mulut atau dubur seseorang yang terinfeksi sudah bisa terpapar infeksi.

Apa Yang Menyebabkan Penyakit Sifilis?


Penyakit sifilis disebabkan oleh bakteri yang bernama Treponema Pallidum. Cara penularan penyakit sifilis biasanya terjadi selama berhubungan seks vaginal, seks anal dan seks oral. Bakteri penyakit sifilis ditularkan dari orang ke orang melalui kontak lansung dengan:

• Luka terbuka (chancre) yang muncul selama tahap awal.
• Selaput lendir atau luka lainnya selama tahap kedua dan terkadang selama tahap ketiga.

Luka muncul pada alat kelamin luar seperti pada vagina, anus atau dubur. Luka juga dapat muncul di bibir dan di dalam atau di sekitar mulut. Bakteri ini paling umum memasuki tubuh melalui selaput lendir, dan biasanya di area sekitar alat kelamin dan sistem kemih.

Baca Juga : Inilah Salah Satu Bakteri Penyebab Sifilis

 

Ketahui Gejala Dan Cara Penularan Penyakit Sifilis

Kemungkinan tidak melihat adanya gejala penyakit sifilis. Terkadang gejalanya sama dengan infeksi lainnya. Ini dapat menyebabkan seseorang dengan infeksi menunda untuk melakukan pengobatan. Kondisi seperti ini akan lebih mempersulit dokter untuk mengetahui seseorang menderita penyakit sifilis. Ada 4 tahapan penyakit sifilis yang memiliki gejala dan cara penularan penyakit sifilis yang berbeda-beda, diantaranya adalah:
 
• Tahap Primer
Salah satu tanda pertama adalah luka terbuka tanpa rasa sakit yang disebut chancre. Karena penyakit sifilis biasanya menyebar dan cara penularan penyakit sifilis ketika seseorang melakukan kontak seksual, chancre sering ditemukan di mulut, anus atau di area genital. Chancre juga dapat ditemukan dimana pun bakteri memasuki tubuh.
 
• Tahap Sekunder
Ruam kulit dan gejala lainnya dapat muncul 2 minggu hingga 12 minggu setelah seseorang terinfeksi. Pada tahap ini sangat mudah untuk menyebarkan atau cara penularan penyakit sifilis melalui kontak degan mulut, anus, alat kelamin atua area dimana adanya ruam kulit.
 
• Tahap Laten
Setelah ruamnya sembuh, seseorang kemungkinan mengalami menstruasi tanpa adanya gejala. Meskipun gejalanya hilang, bakteri yang menyebabkan penyakit sifilis masih ada di dalam tubuh dan mulai merusak organ dalam. Pada tahap ini kemungkinan singkat hanya 1 tahun atau 5 tahun hingga 20 tahun. Seorang wanita dengan penyakit sifilis tahal laten ini tidak mengetahui saat memiliki infeksi hingga melahirkan anak dengan penyakit sifilis.
 
• Tahap Tersier
Jika penyakit sifilis tidak ditemukan dan tidak segera diobati pada tahap awal, maka dapat menyebabkan masalah kesehatan yang serius lainnya. Ini dapat termasuk kebutaan, masalah dengan sistem saraf dan jantung serta gangguan mental atau bisa juga menyebabkan kematian.
 
Seseorang dengan penyakit sifilis dapat dengan mudah menularkan infeksinya ke pasangan intim secara fisik ketika adanya luka tahap primer atau tahap sekunder. Akan tetapi seseorang tersebut dapat menularkannya selama bertahun-tahun dan terus menerus selalu menular setiap kali ada luka terbuka atau ruam kulit akibat penyakit sifilis.

Bagaimana Cara Mendiagnosis Penyakit Sifilis?


Jika memiliki luka, benjolan, ruam atau kutil di sekitar area genital atau anal kemungkinan terkena IMS maka harus segera melakukan konsultasi dengan dokter. Dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan akan menanyakan mengenai gejala dan riwayat seksual. Kemungkinan juga akan disarankan tes atau pengujian darah untuk memeriksa infeksi.

Karena luka terbuka akibat penyakit sifilis membuat infeksi HIV lebih mungkin muncul, kemungkinan juga disarankan untuk tes atau pengujian untuk HIV. Untuk mencegah bayi terkena penyakit sifilis, dokter merekomendasikan semua wanita hamil harus melakukan tes atau pengujian darah untuk penyakit sifilis.

Pengobatan Untuk Setiap Tahap Penyakit Sifilis


Penyakit sifilis dapat disembuhkan dengan pengobatan antibiotik. Anda dan pasangan seksual Anda kemungkinan terpapar infeksi dan memerlukan pengobatan. Sangat penting untuk mengetahui penyakit sifilis bukanlah infeksi yang dapat diobati sendiri. Harus diobati dengan obat-obatan sesuai resep dari dokter.

Dengan pengobatan, bisa menghindari masalah kesehatan yang serius lainnya. Pengobatan dapat menghentikan penyebaran atau penularan pada orang lain. Jika seorang wanita hamil memiliki penyakit sifilis maka dapat menyebabkan keguguran atau kelahiran mati. Ini juga dapat menyebabkan bayi terlahir dengan infeksi dan ini disebut infeksi bawaan.

Pada setiap tahap infeksi, pengobatan antibiotik bekerja dengan baik untuk menyembuhkan penyakit sifilis. Pengobatan tidak dapat memperbaiki kerusakan yang disebabkan oleh penyakit sifilis tahap tersier. Akan tetapi dapat membantu menghindari masalah lebih lanjut dari infeksi. Pengobatan ini bisa dilakukan di Klinik Utama Gracia dengan menghubungi kami di nomor 081336361555 atau dibawah ini.

Baca Juga : Simak, Tanda Dan Gejala Sifilis Pada Umumnya

 


Panduan Penting

Perlu Anda ketahui bahwa setiap artikel ataupun tips yang Kami sediakan di website klinikginekologi.net hanya merupakan referensi dan harap tidak dijadikan sebagai panduan medis yang mutlak.

Sehingga ada baiknya konsultasikan kondisi medis yang Anda alami dengan dokter profesional agar penyakit Anda bisa terpantau dan disembuhkan dengan baik.