Penularan sipilis dapat terjadi akibat melakukan hubungan seksual, baik secara oral, anal, maupun vaginal. Sipilis merupakan penyakit menular seksual yang disebabkan oleh infeksi bakteri. Penyakit ini dapat menular pada bayi yang baru lahir dari ibu penderita sipilis ketika di dalam kandungan atau melakukan persalinan secara normal. Meski terdapat berbagai cara penularan sipilis, penyakit ini tidak mudah menyerang orang lain karena menggunakan toilet duduk secara bergantian, berbagi peralatan makan, dan berada di satu pemandian yang sama.

Bakteri penyebab sipilis akan menginfeksi bagian tubuh penderitanya, seperti kulit, mulut, alat kelamin, dan sistem saraf. Pada tahap awal, penularan sipilis tidak menyebabkan kerusakan yang parah jika ditangani dengan segera. Namun, penyakit yang dibiarkan begitu saja dapat mengakibatkan kerusakan serius pada otak, sistem saraf, serta organ tubuh penting lainnya, seperti jantung. Karena itu, segera lakukan perawatan terhadap penyakit sipilis bersama dokter ahli.

Apa yang Menyebabkan Penyakit Sipilis?


Sipilis atau raja singa adalah suatu infeksi yang disebabkan oleh bakteri bernama Treponema pallidum. Pada umumnya, penyakit ini menyebar ke orang lain karena melakukan hubungan seksual dengan penderitanya. Selain hubungan seksual, penularan sipilis dapat terjadi karena melakukan transfusi darah dengan penderita sipilis, penggunaan narkoba suntik, dan pada penyuka seni menghias tubuh atau tato.

Baca juga: Ketahui, Berikut Beberapa Cara Mencegah Sipilis

 

Tanda atau Gejala yang Timbul Akibat Penyakit Ini

Penyakit sipilis terkadang tidak menimbulkan gejala yang terlihat sehingga beberapa penderita tidak sadar sudah terinfeksi. Namun, gejala sipilis yang muncul bergantung pada stadium atau fase yang sedang dialami. Karena itu, penyakit ini dapat dibedakan berdasarkan tahapan yang sedang dialami, seperti:

• Tahap primer

Gejala sipilis pada tahap primer akan memunculkan luka akibat dari masuknya bakteri ke dalam tubuh. Luka yang timbul ini tidak menimbulkan rasa sakit sehingga kerap diacuhkan oleh penderitanya. Luka akan muncul di daerah tubuh yang pertama kali terkena infeksi, seperti organ kelamin, sekitar anus, bibir, mulut, dan jari.


• Tahap sekunder

Sipilis tahap sekunder biasanya ditandai dengan adanya gejala, seperti ruam di bagian tubuh termasuk telapak tangan dan kaki. Gejala yang dimaksud tersebut lebih sering dikenal sebagai kutil kelamin. Kemunculan kutil dapat terjadi di sekitar organ kelamin pada penderita wanita dan di sekitar anus pada penderita pria.
 
• Tahap laten
 
Pada tahap laten, penyakit sipilis terkadang tidak ditandai dengan kemunculan gejala apa pun. Infeksi masih dapat ditularkan selama 12 bulan pertama ketika bakteri pertama kali masuk. Namun jika dibiarkan, sipilis tahap ini akan berkembang dan berubah menjadi tahap tersier, yaitu fase yang paling berbahaya.


• Tahap tersier

Gejala sipilis pada tahap tersier baru akan terlihat setelah beberapa tahun sejak bakteri pertama kali menginfeksi. Tahap ini sangat berbahaya karena infeksi akan berdampak pada mata, otak, pembuluh darah, jantung, persendian, hingga mengakibatkan kematian. Akibat infeksi sipilis ini, pendertitanya juga akan mengalami kebutaan, stroke, serta penyakit jantung.

Beberapa Cara Penularan Penyakit Sipilis


Sipilis adalah salah satu infeksi seksual yang dapat menyerang wanita serta pria dan aktif secara seksual. Penularan sipilis bersifat sangat menular dan biasanya terjadi akibat adanya kontak langsung dengan luka terbuka yang dimiliki oleh penderitanya. Berbagai cara penularan sipilis lainnya, dapat berupa:

• Penetrasi

Salah satu penularan sipilis yang paling mudah adalah seks penetrasi antara pria dengan wanita. Ketika melakukan hubungan seksual, bakteri yang terdapat di kelamin penderitanya akan menyebar ke pasangan seksual. Sementara itu, jika cairan orgasme penderita sipilis terkena kelenjar getah bening maka dapat mengakibatkan penyebaran bakteri ke seluruh tubuh.

• Oral seks

Oral seks merupakan aktivitas seksual yang dilakukan untuk memberi rangsangan dengan menggunakan bibir, mulut, dan lidah. Kegiatan seksual dengan cara ini sangatlah berbahaya dan tidak aman karena dapat menjadi salah satu penyebab utama penularan sipilis.

• Anal seks

Aktivitas seksual dengan anal seks mudah menularkan bakteri atau virus dengan cepat. Anal seks merupakan salah satu cara untuk merangsang pasangan dengan melakukan penetrasi melalui anus. Penyebaran bakteri lebih mudah terjadi karena terkadang kebersihan anus kurang terjaga dengan baik.

Bagaimana Diagnosis Dokter Pada Penderita Sipilis?

Penderita sipilis harus melakukan konsultasi bersama dokter ahli untuk mengetahui diagnosis terhadap penyakit tersebut. Selama berkonsultasi, dokter biasanya akan menanyakan keluhan yang dirasakan penderita, seperti gejala dan riwayat seksual. Beberapa pemeriksaan pendukung dapat dilakukan guna memeriksakan ruam atau kutil yang tumbuh pada mulut serta tenggorokan. Selain itu, dokter bisa menyarankan beberapa tes atau pemeriksaan lain, seperti di bawah ini:


• Pemeriksaan darah

Tes darah dilakukan pada penderita sipilis untuk memastikan keberadaan infeksi di dalam tubuh. Sampel darah yang diambil ini juga berfungsi dalam membantu dokter mendeteksi adanya antibodi. Antibodi tersebut dihasilkan oleh tubuh dan berguna untuk melawan sipilis.


• Pemeriksaan cairan luka

Dalam mendapatkan diagnosis mengenai keberadaan bakteri, dokter dapat melakukan pengambilan sampel cairan dari luka yang dimiliki penderitanya. Tes ini hanya bisa dilakukan pada penderita sipilis yang berada di tahap primer atau sekunder.

Cara Menangani Sipilis Pada Penderitanya


Penanganan untuk menghindari penularan sipilis lebih lanjut adalah dengan mengonsumsi beberapa obat antiobiotik. Obat dapat diberikan pada pasien dengan cara disuntik atau minum sesuai anjuran dokter. Penderita yang sudah memasuki tahap 2 dan 3 bisa diberikan antibiotik dengan dosis yang lebih banyak dan dilakukan dalam waktu lama.

Penyakit sipilis dapat ditangani bersama dokter ahli di Klinik Utama Gracia. Klinik ini dilengkapi dengan peralatan medis yang canggih dan modern sehingga perawatan dapat berjalan dengan cepat. Lakukan konsultasi segera bersama staf medis yang telah berpengalaman atau hubungi hotline Klinik Utama Gracia di nomor 081336361555.

Baca juga: Penyebab Penyakit Kelamin Sifilis dan Pencegahannya

 


Panduan Penting

Perlu Anda ketahui bahwa setiap artikel ataupun tips yang Kami sediakan di website klinikginekologi.net hanya merupakan referensi dan harap tidak dijadikan sebagai panduan medis yang mutlak.

Sehingga ada baiknya konsultasikan kondisi medis yang Anda alami dengan dokter profesional agar penyakit Anda bisa terpantau dan disembuhkan dengan baik.