Tahukah Anda bahwa salah satu gejala penyakit sipilis yang paling sering muncul adalah timbulnya ruam berwarna kemerah-merahan yang biasanya menutupi telapak tangan maupun pada telapak kaki? Dan ternyata masing-masing gejala sipilis maupun ciri-ciri sipilis bisa berbeda-beda tergantung pada fase sipilis.

Baca Juga: 4 Fase Sipilis dan Bahayanya Bagi Kesehatan

Perlu Anda ketahui bahwa penyakit sipilis atau yang biasanya disebut dengan penyakit raja singa merupakan salah satu penyakit menular seksual dan umumnya penyakit sipilis terbagi menjadi 4 fase seperti: fase primer, sekunder, laten dan fase tersier.

Selain itu perlu Anda ketahui bahwa penyakit sipilis disebabkan oleh spirochete (bakteri berbentuk spiral) yang disebut dengan Treponema pallidum dan umumnya seseorang bisa terinfeksi sipilis karena ditularkan melalui aktifitas seksual yang dilakukan dengan banyak pasangan.

Bahkan dalam beberapa kasus bakteri sipilis dapat ditularkan dari seorang ibu yang terinfeksi terhadap anaknya yang belum lahir, sehingga kemungkinan besar penyakit sipilis pada bayi dapat mengakibatkan komplikasi serius atau bahkan bisa menyebabkan kematian bayi.



Awas, Inilah 4 Gejala Penyakit Sipilis Berdasarkan Fasenya



Seperti yang telah dijelaskan di atas dalam kebanyakan kasus gejala penyakit sipilis dibagi menjadi 4 fase dimana pada fase primer, sekunder, tersier maupun laten kemungkinan besar gejala-gejalanya bisa berbeda-beda.

Dan berikut di bawah ini Kami akan menjelaskan gejala-gejala penyakit sipilis berdasarkan 4 fase atau nya yang Kami kutip dari berbagai website kesehatan terpercaya, diantaranya:

1. Gejala Penyakit Sipilis Fase Primer

Fase sipilis yang pertama disebut dengan fase primer dimana gejala penyakit sipilis ini biasanya muncul luka yang bernama chancre pada beberapa bagian tubuh pasien.

Biasanya chancre akan berkembang di mana bakteri penyebab sipilis Treponema pallidum masuk ke pasien dalam kurung waktu tiga minggu sejak seseorang terinfeksi, lalu dimanakah chancre akan muncul dan berkembang?

- Pada pria chancre bisa muncul pada batang Mr P, pada anus, atau bisa juga timbul di dalam mulut.

- Sedangkan pada wanita, chancre dapat berkembang di bagian vulva, anus atau pada Miss V, rektum, atau muncul pada mulut.

Dan dalam kebanyakan kasus, seseorang yang sudah terinfeksi sifilis hanya mengembangkan satu chancre, tetapi mungkin juga bisa memiliki banyak chancre dan mengembangkan mereka.

Ada juga kemungkinan bahwa seseorang mungkin tidak memperhatikan adanya chancre, karena dalam beberapa kasus chancre tidak menimbulkan rasa sakit dan mungkin tersembunyi di dalam tubuh.

Akan tetapi jika seseorang yang aktif melakukan hubungan seks dengan banyak pasangan dan melihat adanya chancre maka seseorang tersebut harus melakukan pemeriksaan di Klinik Utama Gracia sejak fase primer.



2. Gejala Penyakit Sipilis Fase Sekunder

Biasanya setelah chancre sipilis sembuh maka gejala penyakit sipilis fase sekunder adalah timbulnya ruam yang muncul sekunder berkembang dua sampai delapan minggu setelah seseorang pertama kali terinfeksi sifilis primer. Stadium sekunder biasanya ditandai dengan ruam yang tidak gatal.

Ruam sering muncul pertama di punggung atau di bagian perut, tetapi mungkin akhirnya ruam bisa menutupi seluruh tubuh, termasuk telapak tangan dan telapak kaki. Biasanya ruam yang disebabkan oleh sipilis tidak terasa gatal, akan tetapi mungkin disertai dengan gejala lain yang menyerupai flu.

Baca Juga: Selain Seks Inilah 5 Faktor Penyebab Raja Singa

Selain itu ruam mungkin terbatas pada satu bagian tubuh Anda, atau bisa menyebar ke beberapa bagian dan munculnya ruam bisa bervariasi dan biasanya ruam tersebut memiliki ciri-ciri bintik-bintik kasar, coklat kemerahan yang bisa muncul di bagian bawah kaki dan di telapak tangan.

Biasanya, ciri-ciri ruamnya terasa bersisik, tetapi bisa juga halus. Kadang-kadang, ruam itu tampak seperti ciri-ciri penyakit kulit lain, sehingga membuat diagnosis lebih sulit dan berikut di bawah ini adalah gejala penyakit sipilis fase sekunder lainnya:

- Sakit pada tenggorokan.

- Mengalami demam.

- Kelenjar getah bening yang membengkak atau membesar.

- Sakit kepala.

- Mengalami kelelahan dan nyeri pada otot atau nyeri sendi

- Kehilangan selera makan.


3. Gejala Penyakit Sipilis Fase Laten

Tahukah Anda bahwa jika dibiarkan tidak diobati atau tidak mendapatkan penanganan yang tepat, maka penyakit sipilis bisa berevolusi dari fase sekunder ke fase laten, atau fase tersembunyi.

Dan biasanya ketika seseorang yang terinfeksi sudah memasuki fase laten maka seseorang tidak akan memiliki gejala yang nyata dan pada fase ini bisa bertahan selama bertahun-tahun.

Akan tetapi meskipun sipilis fase laten tanpa menimbulkan gejala akan untuk jangka waktu yang lama, hingga 20 tahun, tetapi seseorang tentunya masih sangat menular, karena bakteri Treponema pallidum yang berada di dalam tubuh seseorang masih terus berkembang.

Selain itu perlu Anda ketahui bahwa penyakit sipilis pada fase laten suatu-waktu dapat kambuh kembali pada waktu yang tidak dapat ditentukan.

4. Gejala Penyakit Sipilis Fase Tersier

Tahukah Anda bahwa biasanya fase sipilis tersier bisa terjadi antara 10 tahun sampai 30 tahun setelah infeksi awal. Pada saat ini, gejala penyakit sipilis fase tersier dapat mengancam nyawa seseorang karena bisa pada fase akhir sipilis ini bisa menyebabkan banyak komplikasi serius pada pasien.

Baca Juga: Bahaya Penyakit Sipilis

Karena dapat menyebabkan komplikasi mengerikan seperti: kehilangan keterampilan motorik, demensia, dan kerusakan pada sistem saraf pusat dan organ internal, seperti jantung, otak, mata, ginjal dan tulang.

Sehingga pada tahap akhir sipilis ini dapat merusak sistem saraf Anda, otak dan organ lain, bahkan tak jarang bisa membunuh seseorang.



Bagaimanakah Cara Mendiagnosis Sipilis?

 


Jika Anda atau pasangan seksual Anda mengalami gejala penyakit sipilis seperti yang telah dijelaskan di atas yang tidak biasa terutama di daerah selangkangan maka ada baiknya untuk segera bicarakan dengan dokter spesialis penyakit kelamin di Klinik Utama Gracia.

Biasanya cara mendiagnosis sipilis mula-mula dokter dapat melakukan tes darah untuk mengkonfirmasi keberadaan antibodi yang diproduksi tubuh untuk melawan sifilis.

Ketika antibodi terhadap bakteri sifilis tetap ada di tubuh Anda selama bertahun-tahun, sehingga tes ini dapat mengidentifikasi adanya infeksi sebelumnya.

Kemudian dokter juga mungkin akan mengumpulkan sampel sel kecil dari luka atau ruam untuk memeriksa keberadaan bakteri sifilis.

Jika tampaknya Anda mungkin memiliki neurosifilis sipilis, maka dokter mungkin akan mengambil sampel cairan serebrospinal Anda melalui pungsi lumbal (dengan menusuk tulang belakang) dan proses ini sering disebut dengan spinal tap.



Lalu, Dimanakah Saya Bisa Melakukan Pengobatan Sipilis?


Jika Anda merupakan seorang pria maupun wanita yang aktif secara seksual dan merasa memilik salah satu gejala penyakit sipilis di atas maka ada baiknya untuk segera melakukan pengobatan dan perawatan secepatnya di Klinik Utama Gracia yang merupakan salah satu Klinik Spesialis Penyakit Kelamin terbaik.

Karena sangat dikhawatirkan jika penyakit sipilis tidak mendapatkan pengobatan dan perawatan sesegera mungkin dikhawatirkan bisa menyebabkan banyak komplikasi mengerikan, bahkan segara komplikasi yang telah terjadi tidak dapat dikembalikan walaupun telah melakukan pengobatan.

Nah, jika Anda ingin mengobati dan melakukan perawatan penyakit sipilis maka Kami akan merekomendasikan Anda untuk segera datang langsung ke Klinik Utama Gracia dan Anda juga bisa memanfaatkan layanan konsultasi gratis dengan mengklik tombol chat online di atas ini.



Panduan Penting
 

Perlu Anda ketahui bahwa setiap artikel ataupun tips yang Kami sediakan di website Klinikginekologi.net hanya merupakan referensi dan harap tidak dijadikan sebagai panduan medis yang mutlak.

Sehingga ada baiknya konsultasikan kondisi medis yang Anda alami dengan dokter profesional agar penyakit Anda bisa terpantau dan disembuhkan dengan baik.