Apakah Anda aktif secara seksual dan mengalami gatal atau kesemutan di sekitar alat kelamin atau daerah anus? Jika ya maka hal tersebut mungkin gejala penyakit herpes kelamin akan tetapi untuk memastikan apakah hal tersebut memang gejala penyakit herpes kelamin ataupun gejala penyakit lain maka memerlukan pemeriksaan lanjut dari dokter.

Penyakit herpes kelamin ataupun genital herpes adalah salah satu penyakit menular seksual (PMS) dimana penyakit ini disebabkan oleh adanya Virus Herpes Simplex (HSV) yang umumnya ditularkan dari satu orang ke orang lain melalui aktivitas seksual.

Selain itu perlu Anda ketahui bahwa Virus Herpes Simpleks tipe 1 (HSV-1) lebih sering menjadi penyebab luka dingin akan tetapi virus tersebut juga bisa menjadi penyebab herpes kelamin, namun sayangnya kebanyakan orang yang mengalami herpes kelamin tidak mengetahui bahwa mereka telah memilikinya karena mungkin gejalanya sangat ringan.



Apa Sajakah Gejala Herpes Kelamin?


Perlu Anda ketahui bahwa dalam kebanyakan kasus herpes kelamin bisa timbul setelah beberapa hari sampai beberapa minggu setelah kontak awal seksual atau mungkin seseorang tidak mengalami gejala awal sampai beberapa bulan atau bahkan bertahun-tahun setelah terinfeksi.

Namun, sayangnya kebanyakan orang yang memiliki herpes kelamin tidak memiliki gejala penyakit herpes kelamin, atau memiliki gejala yang sangat ringan.
Sehingga seseorang mungkin tidak memperhatikan gejala ringan atau mungkin Anda salah mengira akan kondisi kulit lain, seperti jerawat atau rambut yang tumbuh ke dalam. Karena ini, kebanyakan orang yang memiliki herpes tidak mengetahuinya.

Bila gejala penyakit herpes kelamin terjadi segera setelah seseorang terinfeksi, maka gejala tersebut bisa bertambah parah dan berikut di bawah ini adalah gejala penyakit herpes kelamin lainnya, diantaranya:

- Gejala penyakit herpes awalnya terdapat luka melepuh di alat kelamin yang memerah yang terasa sakit

- Sering terasa gatal atau kesemutan di sekitar alat kelamin atau daerah anus

- Teradapat luka lepuh kecil yang suatu waktu bisa memecah dan menimbulkan luka yang menyakitkan dan hal ini mungkin terjadi di sekitar alat kelamin, di pantat, paha, atau daerah rektum.

- Terasa sakit ketika berkemih

- Sakit kepala, Sakit punggung

- Mengalami demam, flu, kelelahan sampai pembengkakan pada kelenjar gerah bening

Akan tetapi perlu Anda perhatikan bahwa herpes kelamin bukan satu-satunya kondisi yang bisa menghasilkan gejala tersebut dan terkadang gejala tersebut bisa salah karena mungkin gejala tersebut merupakan gejala infeksi jamur vagina, atau infeksi kandung kemih

Sehingga satu-satunya cara untuk mengetahui apakah hal tersebut merupakan gejala penyakit herpes kelamin atau bukan maka memerlukan pemeriksaan medis dan Anda bisa melakukan pemeriksaan di Klinik Utama Gracia yang merupakan salah satu Klinik spesialis penyakit kelamin.

Apakah Herpes Kelamin Bisa Diobati?
Perlu Anda ketahui bahwa tidak ada obat yang dijual bebas di pasaran untuk menyembuhkan herpes kelamin akan tetapi gejalanya bisa dikurangi dan dicegah dengan pengobatan yang bisa Anda lakukan di Klinik Utama Gracia, selain itu dengan pengobatan yang tepat dapat mengurangi risiko menulari orang lain.

Penyedia layanan kesehatan juga mungkin akan meresepkan obat tertentu untuk membantu mencegah atau mengurangi rasa sakit dan mengurangi rasa ketidaknyamanan akibat wabah ataupun akibat dari gejala penyakit herpes kelamin, dan obat yang diminum setiap hari untuk menekan virus bisa mengurangi jumlah wabah dan mengurangi risiko menulari orang lain.

Selain itu perlu Anda ketahui bahwa seseorang yang memiliki wabah awal setelah infeksi HSV kelamin dapat diperkirakan memiliki empat sampai lima wabah dalam setahun. Akan tetapi seiring berjalannya waktu tubuh Kita dapat membangun lebih banyak kekebalan terhadap virus, dan wabah dapat menjadi berkurang bahkan berhenti sama sekali pada beberapa orang.



Bagaimana Caranya Mengurangi Risiko Herpes Kelamin?
Satu-satunya cara yang paling ampuh untuk menghindari herpes kelamin adalah tidak melakukan seks vaginal, anal, maupun seks oral, akan tetapi jika Anda seorang yang aktif secara seksual maka Anda dapat melakukan hal berikut untuk menurunkan kemungkinan Anda terkena herpes kelamin, diantaranya:

- Berada dalam hubungan saling monogami jangka panjang (menikah) dengan pasangan yang tidak terinfeksi PMS

- Menggunakan kondom lateks dengan cara yang benar setiap kali berhubungan seks.

- Sadarilah bahwa tidak semua luka herpes kelamin terjadi di daerah yang tertutup oleh kondom lateks. Selain itu, virus herpes bisa dilepaskan langsung dari daerah kulit yang tidak memiliki herpe dan untuk alasan ini kondom mungkin tidak sepenuhnya melindungi seseorang dari penularan herpes kelamin

- Ada baiknya untuk menghindari seks vaginal, anal, atau oral saat pasangan seks memiliki gejala herpes (yaitu saat pasangan Anda mengalami wabah).
Saya Hamil, Bagaimana Herpes Kelamin Bisa Mempengaruhi Bayi Saya?

Jika Anda seorang wanita yang sedang hamil dan memiliki herpes kelamin maka sangat penting hukumnya bagi Anda untuk melakukan perawatan rutin sebelum melahirkan dan beritahu dokter spesialis penyakit kelamin bahwa Anda mengalami herpes kelamin.

Karena terdapat beberapa penelitian yang menunjukkan bahwa infeksi herpes kelamin dapat menyebabkan keguguran, atau bisa membuat bayi Anda terlalu dini untuk lahir dan perlu Anda ketahui bahwa infeksi herpes kelamin dapat ditularkan dari ibu ke bayinya sebelum lahir tetapi lebih sering diteruskan ke bayi saat melahirkan.

Hal ini tentunya dapat menyebabkan infeksi yang berpotensi mematikan pada bayi (disebut herpes neonatal) maka penting agar Anda menghindari herpes kelamin selama kehamilan.

Jika Anda hamil dan memiliki herpes kelamin maka Anda mungkin ditawari obat anti herpes yang diresepkan oleh dokter menjelang akhir kehamilan, karena obat ini bisa mengurangi risiko Anda memiliki tanda atau gejala penyakit herpes kelamin pada saat persalinan.



Saya Mengalami Gejala Penyakit Herpes Kelamin, Bagaimanakah Cara Mengatasinya?


Seperti yang telah dijelaskan di atas bahwa gejala herpes kelamin biasanya akan muncul sebagai luka lecet pada atau di sekitar alat kelamin, rektum atau mulut, kemudian luka tersebut bisa pecah dan meninggalkan luka yang menyakitkan yang bisa memakan waktu seminggu atau lebih untuk sembuh.

Gejala ini kadang-kadang disebut "mengalami wabah." Pertama kali seseorang mengalami wabah, mereka mungkin juga memiliki gejala mirip flu seperti demam, sakit pada tubuh, atau kelenjar bengkak.

Orang yang mengalami wabah herpes dini dapat mengalami wabah berulang, terutama jika mereka terinfeksi HSV-2. Wabah berulang biasanya lebih pendek dan kurang parah dibanding wabah pertama dan meskipun infeksi tetap berada di dalam tubuh selama sisa hidup akan tetapi jumlah wabah dapat terjadi seiring waktu.

Sehingga jika Anda merasa memiliki salah satu gejala penyakit herpes kelamin seperti di atas maka ada baiknya untuk segera memeriksakan kondisi tersebut kepada dokter spesialis penyakit kelamin di Klinik Utama Gracia, karena dengan menjalani pengobatan yang cepat dan tepat dapat membantu Anda untuk mengatasi herpes kelamin.


Panduan Penting
Perlu Anda ketahui bahwa setiap artikel ataupun tips yang Kami sediakan di website Klinikginekologi.net hanya merupakan referensi dan harap tidak dijadikan sebagai panduan medis yang mutlak.

Sehingga ada baiknya konsultasikan kondisi medis yang Anda alami dengan dokter profesional agar penyakit Anda bisa terpantau dan disembuhkan dengan baik.