Mungkin kebanyakan pria maupun wanita yang aktif secara seksual belum mengetahui ciri ciri gejala raja singa padahal dengan mengetahuinya sejak awal tentunya Kita akan lebih mudah untuk mencegahnya karena bukan sebuah rahasia lagi jika penyakit raja singa bisa sangat berbahaya dan memberikan efek jangka panjang bagi kesehatan.

Penyakit raja singa ataupun dalam istilah medisnya sifilis adalah salah satu jenis penyakit menular seksual (PMS) yang umumnya disebabkan oleh adanya bakteri yang bernama Treponema pallidum (T. pallidum).

Selain itu perlu Anda ketahui bahwa bakteri Treponema pallidum (T. pallidum) disebarkan dari satu orang ke orang lain melalui aktifitas seksual seperti seks vaginal, anal maupun anal dengan seseorang yang sudah terinfeksi bakteri tersebut.

Bahkan penyakit raja singa ini bisa ditularkan dari ibu ke janin selama masa kehamilan yang disebut dengan penyakit sifilis kongenital dan perlu Anda ketahui bahwa penyakit raja singa ini tidak dapat ditularkan ataupun menyebar melalui benda mati seperti berbagi peralatan makan, pegangan pintu ataupun tempat duduk toilet.



Waspadalah Inilah Gejala Raja Singa Itu Seperti Apa?



Sebelum membahas lebih lanjut mengenai ciri ciri gejal raja singa perlu Anda ketahui bahwa biasanya gejala sifilis terbagi menjadi 4 tahapan (fase), yaitu sifilis tahap primer, sekunder, laten dan sifilis tahap tersier dan masing-masing tahapan bisa memberikan ciri ciri gejala raja singa yang bisa berbeda-beda, dan berikut di bawah ini adalah penjelasan lengkapnya:

1. Ciri Ciri Gejala Raja Singa Tahap Primer
Tahukah Anda bahwa tahap primer ataupun tahap awal penyakit raja singa ini ditandai dengan timbulnya ciri ciri gejala raja singa seperti rasa sakit di tempat infeksi dan menimbulkan luka yang disebut chancre.

Chancre ini biasanya muncul sebagai luka yang tidak menyakitkan yang umumnya berbentuk bulat yang timbul pada alat kelamin, dan mungkin terdapat bagian tubuh lainnya, selain itu siapapun yang menyentuh luka Chancre mungkin bisa terinfeksi.

Chancre awal ini biasanya akan berkembang sekitar 2-3 minggu setelah infeksi dan kemudian Chancre tersebut bisa hilang, akan tetapi jika infeksi ini tidak segera disembuhkan maka akan berlanjut ke tahapan sipilis selanjutnya yaitu sipilis sekunder.

2. Ciri Ciri Gejala Raja Singa Tahap Sekunder
Tahukah Anda bahwa fase sipilis sekunder ataupun sifilis tahap kedua ini dapat berkembang sejak 4-10 minggu dan ciri ciri gejala raja singa ini akan menimbulkan chancre dan pada tahap ini seseorang yang terinfeksi akan memiliki banyak gejala.

Namun, pada fase sekunder ini mungkin gejalanya bisa hilang tanpa adanya pengobatan, tetapi penyakit ini masih tetap aktif dan kemudian bisa memasuki tahap laten, dan berikut di bawah ini adalah berbagai macam ciri-ciri ataupun gejala sifilis tahap sekunder, diantaranya:

- Mengalami demam

- Nyeri pada daerah sendi dan terasa sakit pada bagian otot

- Sakit pada tenggorokan yang biasanya disebabkan oleh seks oral

- Mengalami ruam pada seluruh bagian tubuh, namun biasanya ruam tersebut terdapat pada telapak tangan dan telapak kaki

- Sakit kepala

- Nafsu makan menurun

- Mengalami rambut rontok dan rusak

- Kelenjar getah bening yang membengkak

3. Ciri Ciri Gejala Raja Sing Fase Laten
Tahukah Anda bahwa fase sifilis laten ataupun tahapan ketiga ini biasanya dimulai saat 12 bulan pertama setelah seseorang terinfeksi sifilis dan biasanya tidak adanya gejala sipilis apapun, akan tetapi seseorang masih sangat menular selama fase laten ini sehingga penderita masih tetap bisa menularkannya kepada pasangan seksnya.

4. Ciri Ciri Gejala Penyakit Kelamin Raja Singa Fase Tersier
Seperti yang telah dijelaskan di atas bahwa sifilis pada fase laten yang tidak segera disembuhkan maka bisa masuk ke fase akhir sifilis yaitu fase tersier dimana fase ini merupakan fase yang sangat mengerikan karena bisa menimbulkan banyak kerusakan pada organ tubuh.

Selain itu perlu Anda waspadai bahwa pada tahap sifilis tersier ini akan ditandai dengan berbagai macam kerusakan mengerikan seperti: kerusakan pada jantung, otak, dan saraf yang dapat menyebabkan kelumpuhan, menyebabkan kebutaan, menyebabkan demensia, tuli, impotensi, dan bahkan jika tidak diobati maka bisa menyebabkan kematian, dan juga bisa menyebabkan komplikasi serius lainnya diantaranya:

- Sifilis dapat menimbulkan gummata yaitu luka besar di dalam tubuh atau di kulit

- Mengalami Sifilis kardiovaskular yang biasanya mempengaruhi jantung dan pembuluh darah.

- Mengalami Neurosifilis yang bisa mempengaruhi sistem saraf.



Bagaimanakah Raja Singa Bisa Menginfeksi Wanita Hamil dan Bayinya?
Hal tersebut biasanya bergantung pada berapa lama wanita hamil terinfeksi sifilis, selain itu perlu Anda ketahui bahwa wanita hamil berisiko atau melahirkan bayi yang meninggal sesaat setelah kelahiran.

Jika tidak segera diobati maka bayi yang terinfeksi mungkin terlahir tanpa gejala tapi bisa mengembangkannya dalam beberapa minggu, bahkan dalam banyak kasus bayi yang tidak diobati dapat mengalami keterlambatan perkembangan, mengalami kejang-kejang, atau meninggal.

Bahkan menurut data menunjukkan bahwa tanpa skrining dan pengobatan, 70 % wanita dengan sifilis akan memiliki hasil buruk pada kehamilan, dan berikut di bawah ini adalah gejala pada bayi baru lahir meliputi:

- Memiliki hidung pelana

- Mengalami demam

- Bayi kesulitan untuk bertambah berat

- Mengalami ruam alat kelamin, anus, dan mulut

- Mengalami luka lepuh kecil di tangan dan kaki yang berubah menjadi ruam berwarna tembaga dan menyebar ke wajah, yang bisa bergelombang atau rata.

- Memiliki cairan hidung berair

Bagaimana Saya Mencegah Infeksi Raja Singa?

- Hindari melakukan hubungan seks dengan orang yang Anda kenal memiliki infeksi sifilis.

- Jika Anda tidak tahu apakah pasangan seksual terinfeksi maka ada baiknya gunakan kondom di setiap pertemuan seksual.

- Salah satu cara yang paling ampuh untuk mencegah sifilis adalah tidak melakukan hubungan seksual



Saya Terinfeksi Penyakit Raja Singa, Bagaimanakah Cara Mengatasinya?


Jika Anda aktif secara seksual dan sering berganti pasangan seks dan memiliki salah sati ciri ciri gejala raja singa seperti di atas maka ada baiknya untuk segera datang ke Klinik Utama Gracia karena Klinik Kami merupakan Klinik spesialis penyakit kelamin yang tentunya bisa membantu Anda mengatasi permasalahan PMS dengan tepat dan cepat.

Dan biasa seorang dokter spesialis penyakit kelamin akan melakukan pemeriksaan fisik dan menanyakan riwayat seksual pasien sebelum melakukan tes klinis untuk mengkonfirmasi sifilis dan pengujian tersebut meliputi:

- Melakukan tes darah: karena tes darah dapat mendeteksi infeksi saat ini atau masa lalu, karena antibodi terhadap penyakit ini akan hadir selama bertahun-tahun.

- Melakukan tes pada cairan tubuh: Karena cairan dari chancre selama tahap primer atau sekunder dapat dievaluasi untuk penyakit sifilis.

- Mengumpulkan cairan serebrospinal: Biasanya pemeriksaan ini mengumpulkan cairan dari tulang belakang dan diperiksa untuk menguji dampak pada sistem saraf.

Setelah itu Jika Anda diagnosis memiliki sifilis maka ada baiknya pasangan seksual harus diberitahu dan diuji untuk penyakit ini dan perlu Anda ketahui bahwa meskipun telah menjalani pengobatan akan tetapi kerusakan yang disebabkan oleh penyakit sifilis ini tidak dapat dikembalikan akan tetapi hal tersebut biasanya mudah diatas saat seseorang mengobatinya lebih awal.

Nah, itulah tadi berbagai macam pembahasan mengenai ciri ciri gejala raja singa pada pria maupun wanita dan jika misalkan Anda merasa memiliki salah satu ciri ciri gejala raja singa seperti di atas maka ada baiknya untuk segera menjalani pengobatan yang tepat di Klinik Utama Gracia, atau Anda juga bisa berkonsultasi secara online dengan mengklik tombol chat online di atas.

Panduan Penting
Perlu Anda ketahui bahwa setiap artikel ataupun tips yang Kami sediakan di website Klinikginekologi.net hanya merupakan referensi dan harap tidak dijadikan sebagai panduan medis yang mutlak.

Sehingga ada baiknya konsultasikan kondisi medis yang Anda alami dengan dokter profesional agar penyakit Anda bisa terpantau dan disembuhkan dengan baik.