Mungkin kebanyakan orang masih terasa asing jika mendengar penyakit Gonorrhea, lalu apakah Gonorrhea itu dan apakah penyebab penyakit Gonorrhea itu? Dan apakah penyakit ini sangat berbahaya bagi kesehatan tubuh?

Penyakit Gonorrhea ataupun penyakit gonore adalah salah satu jenis penyakit menular seksual yang ternyata disebabkan oleh adanya mikroorganisme yang bernama Neissera gonorrhoeae yang biasanya ditemukan di cairan Mr P dan Miss V dari seseorang yang terinfeksi.

Bahkan bakteri Neissera gonorrhoeae ini bisa menyerang dubur, serviks (leher rahim), uretra (saluran kencing dan sperma), mata, maupun bisa menyerang tenggorokan dan penyakit ini juga bisa mempengaruhi secara global, sehingga diperkirakan ada 78 juta kasus baru gonore yang didiagnosis setiap tahunnya.

Di Amerika Serikat saja diperkirakan ada 820.000 kasus infeksi gonore baru setiap tahunnya. Namun tidak semua kasus didiagnosis dan dilaporkan setiap tahun karena hanya 333.004 kasus gonore yang dilaporkan di AS pada tahun 2013.



Waspada, 3 Jenis Aktivitas Seks Ini Bisa Menjadi Penyebab Penyakit Gonorrhea



Seperti yang telah dijelaskan di atas penyebab penyakit gonorrhea ini berasal dari bakteri yang disebut Neisseria gonorrhoeae dan meskipun disebarkan berbagai macam aktivitas seks, namun seorang pria tidak harus berejakulasi di dalam Miss V untuk menularkan kepada pasangannya.

Selain itu perlu Anda ketahui bahwa bakteri ini tidak bisa hidup lebih dari beberapa detik di luar tubuh, jadi Anda tidak bisa mendapatkan PMS ini dengan menyentuh benda-benda seperti kursi toilet atau pakaian. Dan perlu Anda ketahui juga bahwa baik pada pria maupun pada wanita bisa tertular gonore dari 3 jenis kontak seksual, diantaranya adalah sebagai berikut:

1. Hubungan Seks Oral
Tahukah Anda bahwa banyak penyakit menular seksual termasuk klamidia, gonore, dan sifilis, dapat menyebar melalui seks oral? namun, kemungkinan memberi atau mendapatkan penyakit tersebut bisa dicegah dengan menggunakan kondom atau bendungan gigi

Menurut definisi seks oral adalah saat seseorang meletakkan bibir, mulut atau lidahnya pada Mr P pria, alat kelamin wanita (termasuk klitoris, vulva, dan lubang Miss V), atau anus dan ada berbagai istilah yang digunakan untuk menggambarkan jenis seks oral:

- Fellatio adalah istilah teknis yang digunakan untuk menggambarkan kontak oral dengan Mr P.
- Cunnilingus menggambarkan kontak oral dengan klitoris, vulva atau lubang Miss V.
- Anilingus (kadang disebut "rimming") mengacu pada kontak oral dengan anus.

Seperti jenis aktivitas seksual lainnya ternyata seks oral bisa membawa risiko PMS dan ada kemungkinan untuk mendapatkan beberapa jenis PMS di mulut atau tenggorokan sehingga hal tersebut bisa menyebabkan penyakit gonore.

Bahkan seks oral juga memungkinkan untuk mendapatkan PMS tertentu pada Mr P, dan mungkin pada Miss V, anus atau rektum, dari menerima seks oral dari pasangan dengan infeksi mulut atau tenggorokan dan ada kemungkinan seseorang bisa terinfeksi PMS di lebih dari satu area misalnya di tenggorokan dan alat kelamin.

2. Hubungan Seks Anal
Ternyata seseorang juga bisa terkena gonore saat melakukan hubungan seks anal karena bakteri Neisseria gonorrhoeae bisa menyebabkan infeksi pada anus pasangan Anda, sehingga ada baiknya jika Anda aktif melakukan seks anal maka penting untuk melakukan pengujian di Klinik Utama Gracia.

Selain itu baik pada pria maupun wanita yang melakukan seks anal mungkin memiliki infeksi pada anus ataupun dubur dibarengi dengan gejala seperti: terasa gatal-gatal pada anal, keluar cairan yang tidak normal, dan nyeri saat buang air besar.

3. Hubungan Seks Vaginal
Ternyata seks vaginal bisa menyebabkan gonore karena seperti yang sudah dijelaskan di atas bahwa seorang pria tidak harus berejakulasi di dalam Miss V untuk menularkan kepada pasangannya.

Karena bakteri gonore bisa melewati meski Mr P atau lidah Anda tidak masuk ke dalam Miss V atau anus, karena jika Mr P, Miss V, leher rahim, anus, atau mulut bersentuhan dengan cairan atau cairan yang terinfeksi maka otomatis hal tersebut bisa menyebarkan bakteri gonore.

Apa Sajakah Gejala Gonore?
Tahukah Anda bahwa banyak pria menunjukkan gejala gonore dalam dua hari sampai lima hari setelah terpapar infeksi dengan rentang kemungkinan satu sampai 30 hari?

Dan meskipun kebanyakan wanita yang terinfeksi gonore akan tetap asimtomatik (tanpa gejala), namun pada wanita yang lain akan mengalami gejala dalam waktu 10 hari setelah infeksi, dan berikut di bawah ini adalah gejala-gejala gonore yang perlu Anda waspadai diantaranya:



A. Gejala Gonore Pada Pria:
- Keluar cairan putih kekuning-kuningan seperti nanah dari Mr P
- Terasa seperti terbakar dan terasa sakit saat buang air kecil
- Kencing lebih sering dari biasanya
- Nyeri atau pembengkakan buah pelir

B. Gejala Gonore Pada Wanita:
- Keluar cairan tidak normal dari Miss V yang berwarna kuning dan terkadang berdarah
- Terasa seperti terbakar dan terasa sakit saat buang air kecil

Saat infeksi menyebar ke tuba falopi, beberapa wanita masih mungkin mengalami satu atau lebih dari gejala yang dapat menjadi indikasi bahwa infeksi telah berkembang menjadi penyakit radang panggul. Seperti: sakit perut bagian bawah, nyeri punggung bagian bawah, nyeri saat berhubungan badan, perdarahan antara periode menstruasi, mual, demam

Selain itu biasanya infeksi gonore pada mulut dan tenggorokan biasanya tanpa gejala dan Jika ada gejala meliputi: nyeri dan kemerahan di mulut atau tenggorokan. Jika gonore menginfeksi mata, maka pada pria dan wanita mungkin mengalami konjungtivitis yaitu radang pada lapisan kelopak mata dan gejala konjungtivitis meliputi kemerahan, gatal, dan pembengkakan dari mata.


Bagaimanakah Cara Untuk Mencegah Penyakit Gonorrhea?


- Pantang tidak berhubungan seks adalah cara yang paling pasti untuk menghilangkan risiko infeksi

- Melakukan hubungan seks dengan setia pada satu pasangan yang sudah Anda nikahi sehingga Anda tidak akan terinfeksi penyakit tersebut

- Menggunakan kondom lateks untuk seks vaginal dan anal akan mengurangi risiko terinfeksi gonore

- Jangan melakukan hubungan seks bebas

- Karena penyakit gonore bisa menular meski Mr P atau lidah seseorang tidak masuk ke Miss V, mulut atau rektum, maka ada baiknya gunakan kondom lateks pada awal hubungan seksual hingga kontak kulit tidak ada lagi yang merupakan bentuk pencegahan terbaik.

- Beberapa metode penghalang dapat digunakan untuk mengurangi risiko penularan gonore saat oral seks seperti menggunakan kondom ataupun bendungan gigi.

Nah, itulah tadi berbagai macam pembahasan mengenai 3 aktivitas seksual yang ternyata bisa menjadi penyebab penyakit gonorrhea dan misalkan Anda ataupun pasangan Anda memiliki berbagai macam gejala-gejala seperti di atas maka ada baiknya segera hubungi Kami di Klinik Utama Gracia.


Panduan Penting
Perlu Anda ketahui bahwa setiap artikel ataupun tips yang Kami sediakan di website Klinikginekologi.net hanya merupakan referensi dan harap tidak dijadikan sebagai panduan medis yang mutlak.

Sehingga ada baiknya konsultasikan kondisi medis yang Anda alami dengan dokter profesional agar penyakit Anda bisa terpantau dan disembuhkan dengan baik.