Mungkin sebagian besar orang masih terasa asing jika mendengar penyakit raja singa, padahal biasanya penyakit ini akan memberikan ciri ciri penyakit raja singa yang mungkin saja berbeda dengan berbagai macam penyakit lainnya, lalu apakah penyakit raja singa itu?

Penyakit raja singa ataupun dalam istilah medisnya adalah penyakit sipilis adalah salah satu jenis penyakit menular seksual (PMS) dimana penyakit ini bisa ditandai dengan timbulnya rasa sakit yang luar biasa pada alat kelamin pria maupun wanita dan rasa sakit tersebut bisa terjadi di rektum ataupun pada mulut akibat seks oral.

Apakah yang Menyebabkan Penyakit Raja Singa?
Perlu Anda ketahui bahwa penyakit raja singa ini disebabkan oleh bakteri yang bernama Treponema pallidum (T. pallidum) yang akan menginfeksi dan berpindah dari satu orang ke orang melalui aktivitas seksual atau melalui selaput lendir yang memiliki kontak langsung dengan luka tersebut.

Dan umumnya bisa menyebar dari berbagai macam hubungan seksual seperti seks anal, vaginal, maupun seks oral dengan seseorang yang sudah terinfeksi sipilis. Bisa juga diteruskan dari ibu ke janin selama kehamilan, atau ke bayi saat melahirkan (sifilis kongenital). Selain itu perlu Anda ketahui bahwa penyakit raja singa ini tidak dapat menyebar melalui benda-benda seperti kenop pintu dan tempat duduk toilet.



Lalu, Siapa Saja yang Berisiko Mengalaminya?
- Seseorang yang aktif secara seksual berisiko tertular sifilis dibandingkan dengan seseorang yang tidak melakukannya sama sekali
- Seseorang yang melakukan hubungan seks tanpa kondom dengan banyak pasangan
- Pria yang berhubungan seks dengan pria
- Seseorang yang berhubungan seks dengan penderita HIV
- Seseorang dengan banyak pasangan seksual
- Sifilis juga meningkatkan risiko tertular HIV.



Awas, Inilah 5 Ciri Ciri Penyakit Raja Singa yang Perlu Anda Waspadai



1. Ciri Ciri Penyakit Raja Singa Tahap Primer
Biasanya seseorang yang telah terinfeksi penyakit raja singa tahap primer ataupun tahapan awal akan memiliki ciri ciri penyakit sipilis yang akan mengembangkan satu atau lebih luka yang biasanya berbentuk borok berukuran kecil yang terasa begitu menyakitkan.

Selain itu perlu Anda ketahui bahwa luka tersebut biasanya terjadi pada alat kelamin atau di sekitar mulut akibat seks oral yang akan timbul antara 10-90 hari (rata-rata tiga minggu) setelah seseorang terinfeksi sipilis

Dan mungkin saja tanpa pengobatan gejala tahap awal tersebut bisa sembuh sendiri tanpa bekas luka dalam waktu enam minggu, akan tetapi pengobatan harus tetap diperlukan untuk mencegah penyakit raja singa ini untuk maju ke tahap berikutnya yaitu tahap sekunder

2. Ciri Ciri Penyakit Raja Singa Tahap Sekunder
Diketahui penyakit raja singa tahap sekunder dapat berlangsung satu hingga tiga bulan dan akan dimulai dalam kurung waktu enam minggu sampai enam bulan setelah seseorang terinfeksi sipilis.

Ciri-ciri penyakit sipilis tahap sekunder biasanya seseorang akan mengalami ruam berwarna merah pada telapak kaki maupun tangan dengan jenis ruam yang ini bisa berbeda-beda dan bisa timbul di bagian tubuh lainnya.

Perlu Anda ketahui juga bahwa seseorang yang terinfeksi sipilis sekunder bisa mengalami berbagai macam ciri-ciri lainnya: seperti timbulnya bercak putih di bagian dalam mulut, timbul kutil di selangkangan, membengkaknya kelenjar getah, mengalami demam, dan penurunan berat badan. Dan sama halnya seperti jenis sifilis primer, sifilis sekunder mungkin akan sembuh sendiri tanpa pengobatan, namun tentu saja perlu Anda waspadai.

3. Penyakit Raja Singa Tahap Laten


Berbeda halnya dengan tahap penyakit raja singa tahap sekunder, karena pada tahap ini seseorang yang terinfeksi sipilis tidak akan menyebabkan gejala apapun sehingga infeksi sipilis ini tertidur ataupun tidak aktif, namun meskipun tidak ada ciri-ciri selama tahap laten ini, penyakit ini dapat maju ke tahap akhir dari sipilis yaitu tahap tersier

4. Penyakit Raja Singa Tahap Tersier
Jika penyakit raja singa tahap laten masuk ke tahap tersier maka tahapan ini adalah tahapan sipilis yang paling berbahaya, bahkan jika infeksi pada tahap tersier ini tidak diobati maka mungkin bisa mengakibatkan masalah yang berat. Seperti timbulnya masalah pada jantung, otak, dan saraf yang dapat menyebabkan kelumpuhan, kebutaan, demensia, tuli, impotensi, dan bahkan kematian jika tidak segera diobati.

5. Penyakit Sifilis Kongenital
Penyakit sifilis kongenital adalah penyakit sifilis pada wanita hamil dimana infeksi sifilis bisa berpindah dari ibu ke janinnya melalui plasenta, dan juga selama proses persalinan dan ternyata sifilis kongenital sangat parah dan sering mengancam jiwa.

Bahkan data menunjukkan bahwa tanpa skrining dan pengobatan yang tepat maka sekitar 70 % wanita dengan sifilis akan memiliki hasil buruk saat kehamilan dan terdapat hasil yang merugikan meliputi kematian janin, menimbulkan berat badan yang buruk, lahir prematur, kematian neonatal, dan infeksi pada bayi.

Dan gejala pada bayi baru lahir yang mengalami sifilis kongenital meliputi: kesulitan bertambah berat, timbul ruam alat kelamin, anus, dan mulut, timbul lepuh kecil di tangan dan kaki yang berubah menjadi ruam berwarna tembaga dan menyebar ke wajah yang bisa bergelombang atau rata, keluar cairan dari hidung, kehilangan penglihatan, mengalami gangguan pendengaran, sendi membengkak, dll.



Nah, itulah tadi berbagai macam ciri ciri penyakit raja singa yang perlu Anda waspadai dan misalkan Anda dan pasangan merasa memiliki ciri-ciri seperti di atas maka ada baiknya segera konsultasikan kepada Kami di Klinik Utama Gracia.