Vaginitis pada wanita adalah peradangan pada vagina yang dapat disebabkan oleh infeksi atau faktor lain. Wanita dari segala usia terutama pada usia subur dan wanita yang aktif secara seksual lebih rentan terhadap kondisi ini. Vaginitis adalah iritasi pada vagina atau vulva. Sangat umum dan biasanya mudah diobati.

Hampir setiap orang dengan vulva menderita vaginitis pada suatu saat. Vaginitis adalah peradangan pasa vagina. Sebagian wanita akan memiliki gejala vaginitis suatu saat dalam hidupnya. Vaginitis menyerang wanita dari segala usia akan tetapi paling umum selama reproduksi. Vaginitis disebabkan oleh perubahan keseimbangan ragi dan bakteri yang biasanya hidup di vagina. Selain itu menyebabkan selaput vagina menjadi meradang.

Pengertian Tentang Vaginitis Pada Wanita


Vaginitis adalah masalah kesehatan wanita yang paling umum dan semakin dikaitkan dengan serangkaian risiko kesehatan yang semakin meningkat. Beberapa vaginitis ditularkan melalui kontak seksual (trikomoniasis) akan tetapi yang lainnya seperti kandidiasis (infeksi jamur) tidak mempengaruhinya. Namun vaginosis bakteri biasanya ditularkan melalui kontak seksual. Kondisi ini dapat mempengaruhi wanita yang belum pernah aktif secara seksual.

Apa Penyebab Umum Vaginitis Pada Wanita


Vaginitis adalah ketika vulva atau vagina meradang atau teriritasi. Bisa terjadi ketika adanya perubahan dalam keseimbangan kimia normal vagina atau jika memiliki reaksi terhadap produk yang dapat mengiritasi. Banyak hal yang dapat menyebabkan vaginitis dan terkadang ada lebih dari 1 penyebab. Hal-hal yang menyebabkan vaginitis termasuk :

• Vaginitis yang umum.
• Kurangnya hormon estrogen (atrophic vaginitis).
• Seks vagina.
• Alergi dan iritasi.
• Vaginitis berulang.

Baca Juga : Miss V Kamu Sering Becek, Waspada 4 Jenis Vaginitis Ini

Gejala Utama Vaginitis Pada Wanita


Gejala vaginitis tergantung pada apa yang menyebabkannya. Akan tetapi gejala vaginitis bisanya meliputi :

• Vagina atau vulva memerah, iritasi, bengkak atau ketidaknyamanan.

• Terasa gatal, terbakar dan nyeri pada vulva atau vagina.

• Rasa sakit atau ketidaknyamanan saat berhubungan seksual.

• Terasa selalu ingin kencing lebih sering dari biasanya dan kencingnya bisa menyengar jika vulva sakit.

• Keputihan yang tidak normal (abnormal).

• Infeksi jamur, keputihan biasanya tebal berwarna putih dan tidak berbau dan kemungkinan memiliki lapisan berwarna putih di dalam dan di sekitar vagina.

• Vaginosis bakteri, kemungkinan mengalami keputihan yang berwarna ke abu-abuan, berbusa dan berbau amis (akan tetapi bukan Bacterial Vaginosis atau BV juga tidak menunjukkan gejala).

• Trich yaitu keluarnya cairan yang sering berbusa, berwarna kuning kehijauan, baunya tidak sedap dan kemungkinan adanya bercak darah di dalamnya.

Gejala vaginitis bisa sangat jelas atau hampir tidak terlihat. Terkadang tidak adanya gejala sama sekali. Sesekali perhatikan vulva dan keputihan biasanya terlihat, terasa dan berbau sehingga lebih mudah untuk melihat perubahan yang bisa menjadi tanda-tanda vaginitis atau infeksi lainnya.

Vaginitis Pada Wanita Dan Cara Mendiagnosisnya

Cara mendiagnosis vaginitis ada 3 dari 4 kriteria yang harus positif untuk mendapat kan diagnosis yaitu :
 
• Pengeluaran homogen yang tipis.
• pH yang lebih besar dari 4.5.
• Menunjukkan sel-sel dari keputihan.
• Campuran keputihan untuk membebaskan bau atau amis.

Cara Penanganan Vaginitis Pada Wanita


Produk seperti douche ataui spray deodoran yang menutupi bau vagina sebaiknya tidak digunakan untuk mengobati vaginitis. Meskipun dapat menghilangkan bau sementara, namun tidak akan menyembuhkan kondisinya. Usahakan tidak melakukan douche atau menggunaan spray kebersihan wanita selama beberapa hari sebelum melakukan pengobatan.

Produk-produk itu sebenarnya dapat memperburuk kondisinya. Jika penderitanya memiliki vaginitis maka dapat diobati dengan pengobatan yang ada di Klinik Utama Gracia. Di Jakarta Indonesia pengobatan untuk vaginitis yang sangat merekomendasi. Tidak usah diragukan lagi, segera hubungi kami di nomor 081336361555 untuk melakukan pengobatan. Atau konsultasikan dengan layanan konsultasi dibawah ini.

Baca Juga : Vaginitis adalah Infeksi Daerah Kewanitaan, Apa Penyebabnya?


Panduan Penting

Perlu Anda ketahui bahwa setiap artikel ataupun tips yang Kami sediakan di website klinikginekologi.net hanya merupakan referensi dan harap tidak dijadikan sebagai panduan medis yang mutlak.

Sehingga ada baiknya konsultasikan kondisi medis yang Anda alami dengan dokter profesional agar penyakit Anda bisa terpantau dan disembuhkan dengan baik.