Bahaya vaginitis sangat merugikan kaum wanita. Umumnya, penyakit vaginitis merupakan infeksi yang menyerang dan terjadi pada organ kelamin wanita. Penyakit vaginitis memang tidak seberbahaya kanker serviks, namun jika tidak ditangani dengan benar bisa mengakibatkan penyakit serius lainnya. Vaginitis terjadi akibat peradangan yang disebabkan oleh berbagai jenis infeksi, gangguan pada keseimbangan hormon, hingga alergi.

Penyakit vaginitis dapat ditangani dengan sendiri tanpa bantuan dokter. Beberapa gejala yang muncul akibat vaginitis bahkan bisa sembuh sepenuhnya. Namun, jika gejala yang dirasakan tidak biasa atau mengalami perubahan pada organ kelamin, maka penanganan harus segera dilakukan bersama dokter ahli. Selain itu, Anda juga diharuskan berkonsultasi guna mengetahui pasti mengenai bahaya vaginitis.

Apa yang Menyebabkan Penyakit Vaginitis


Penyebab vaginitis biasanya terjadi akibat perubahan pada keseimbangan bakteri normal pada organ kelamin. Penyakit ini juga bisa disebabkan oleh penurunan kadar estrogen wanita setelah menopause. Jenis-jenis penyakit vaginitis dapat dibedakan berdasarkan penyebabnya, yaitu sebagai berikut:

• Vaginosis bakterialis, merupakan jenis vaginitis yang disebabkan oleh pertumbuhan berlebih salah satu organ di kelamin wanita.

• Candida albicans, adalah salah satu jenis penyakit vaginitis yang terjadi akibat dari infeksi jamur.

• Trikomoniasis, terjadi akibat adanya infeksi oleh parasit dan biasanya ditularkan melalui hubungan seksual.

• Atrofi vagina, adalah jenis vaginitis yang disebabkan karena berkurangnya kadar estrogen pada wanita setelah menopause.

Baca juga: Vaginitis adalah Infeksi Daerah Kewanitaan, Apa Penyebabnya?

 

Beberapa Tanda yang Dirasakan Penderitanya

Vaginitis yang diderita oleh wanita kerap muncul bersama beberapa tanda, seperti keputihan tidak normal. Keputihan yang dimaksud adalah perubahan pada warna, jumlah cairan yang keluar, bau tidak sedap, rasa gatal pada organ kelamin, dan sakit ketika berhubungan seksual. Selain itu, beberapa wanita akan mengalami gejala lain, berupa pendarahan ringan atau muncul bercak darah dari organ kelamin. Gejala vaginitis dapat pula dibedakan berdasarkan jenisnya, seperti:

• Vaginosis bakterialis, memiliki gejala yaitu sekret berwarna putih keabuan dan menimbulkan bau tidak sedap. Bau menyengat amis akan lebih jelas setelah berhubungan seksual.

• Candida albicans, terjadi akibat infeksi jamur dan menimbulkan gejala utama yakni rasa gatal dan munculnya sekret berwarna putih kental seperti keju.

• Trikomoniasis, merupakan jenis vaginitis yang menimbulkan gejala, seperti munculnya sekret berwarna kuning kehijauan dan terkadang disertai busa.

Bahaya atau Komplikasi Penyakit Vaginitis

Pada umumnya, infeksi pada organ kelamin tidak menyebabkan bahaya atau komplikasi yang serius. Meski begitu, penyakit ini harus mendapatkan perawatan segera dengan dokter ahli. Penanganan tidak tepat bisa memunculkan bahaya vaginitis lainnya yang lebih serius pada penderitanya.
 
Pengidap vaginitis akan lebih rentan untuk terinfeksi penyakit menular seksual, seperti klamidia dan HIV. Tak hanya itu, bagi ibu hamil bahaya vaginitis akibat trikomoniasis dan vaginosis bakterialis akan memicu kelahiran prematur pada bayi. Selain itu, bayi yang berhasil lahir berisiko memiliki berat badan yang tidak normal.

Diagnosis Dokter Pada Penderita Vaginitis


Pada penyakit vaginitis, cara dokter mendiagnosis adalah dengan menanyakan gejala yang dialami, riwayat kesehatan penderitanya, dan memeriksakan kondisi organ kelamin. Dokter kemudian akan mengambil sampel cairan dari organ kelamin guna dilakukan pemeriksaan di laboratorium. Pengambilan sampel ini bertujuan untuk mengetahui penyebab penyakit yang diderita. Selain itu, keseimbangan pH dari organ kelamin juga akan diperiksa untuk melihat ada tidaknya vaginosis bakterialis.

Cara Menangani Masalah Vaginitis Pada Wanita

Penanganan vaginitis dapat dilakukan berdasarkan penyebabnya guna menghindari bahaya vaginitis lebih lanjut. Resep dokter diperlukan untuk menangani berbagai jenis vaginitis, seperti trikomoniasis, vaginosis bakterialis, dan atrofi vagina. Cara menangani vaginitis berbeda sesuai dengan jenis yang diderita oleh pasien. Beberapa penanganan yang dapat dilakukan terhadap penyakit ini, antara lain:


• Vaginosis bakterialis

Penanganan pada jenis vaginitis ini adalah memberikan obat antibiotik untuk bakteri anaerob. Namun, penanganan kepada pasangan tidak perlukan untuk jenis vaginitis ini. Selama melakukan penanganan, penderita disarankan untuk menghindari alkohol karena bisa menimbulkan efek samping berbahaya.


• Candida albicans

Candida albicans bisa ditangani dengan pemberian obat anti jamur guna menghindari terjadinya infeksi berulang. Obat anti jamur ini juga dapat diberikan kepada penderita vaginitis yang sedang dalam keadaan hamil.


• Trikomoniasis

Penanganan pada trikomoniasis dapat diberikan antibiotik guna mengurangi infeksi akibat parasit. Selama melakukan perawatan, penderita juga tidak diperbolehkan untuk berhubungan seksual. Bahaya vaginitis akibat trikomoniasis berisiko mengakibatkan pernularan penyakit HIV/AIDS.


• Atrofi vagina

Pada jenis ini, penanganan hanya akan dilakukan ketika keluhan sudah parah dan mengganggu penderitanya. Pada kondisi yang serius, atrofi vagina harus ditangani dengan melakukan terapi estrogen guna mengurangi gejala yang timbul.
 
Selain penggunaan obat-obatan tersebut, terdapat sejumlah cara guna mempercepat proses penyembuhan. Anda dapat melakukan beberapa hal guna mencegah munculnya bahaya vaginitis, seperti menjaga organ kelamin tetap bersih, tidak membasuh bagian dalam organ kelamin, pakai celana dalam yang tidak terlalu ketat, dan kompres sekitar organ kelamin dengan menggunakan air dingin.

Lakukan Konsultasi Bersama Klinik Utama Gracia.


Penyakit vaginitis dapat ditangani bersama dokter ahli di Klinik Utama Gracia. Klinik ini merupakan salah satu klinik kesehatan terpercaya khusus menangani masalah kulit dan kelamin. Anda akan mendapatkan penanganan terbaik karena klinik ini didukung oleh dokter ahli serta menggunakan peralatan yang canggih serta modern. Untuk informasi lebih lanjut mengenai bahaya vaginitis, segera hubungi hotline Klinik Utama Gracia di nomor 081336361555.

Baca juga: 5 Gejala Vaginitis Salah Satunya Sakit Ketika Berhubungan Seks

 


Panduan Penting

Perlu Anda ketahui bahwa setiap artikel ataupun tips yang Kami sediakan di website klinikginekologi.net hanya merupakan referensi dan harap tidak dijadikan sebagai panduan medis yang mutlak.

Sehingga ada baiknya konsultasikan kondisi medis yang Anda alami dengan dokter profesional agar penyakit Anda bisa terpantau dan disembuhkan dengan baik.