Mungkin kebanyakan wanita sudah tidak asing mendengar "Vaginitis" tapi tak ada salahnya bagi Kita untuk mengenal lebih dalam mengenai vaginitis, lalu apakah vaginitis itu? Apakah penyebab dan bagaimanakah cara menyembuhkannya? Nah jika Anda penasaran maka ada baiknya simak terus artikel ini sampai tuntas.

Vaginitis adalah peradangan pada Miss V yang bisa mengakibatkan keluarnya cairan dari Miss V yang dibarengi dengan rasa gatal dan rasa nyeri pada area Miss V sampai terasa sakit saat melakukan hubungan seksual maupun terasa sakit ketika sedang buang air kecil, lalu apakah yang menyebabkan seorang wanita mengalami hal tersebut?



Penyebab Vaginitis Pada Wanita, Diantaranya:


Perlu Anda ketahui bahwa penyebabnya vaginitis biasanya terjadi karena adanya perubahan keseimbangan normal bakteri pada Miss V atau adanya infeksi dan beberapa kelainan kulit juga bisa menyebabkan hal tersebut.

Perlu Anda ketahui bahwa infeksi yang menyebabkan vaginitis termasuk karena adanya kandidiasis, vaginosis bakteri, dan trikomoniasis dan biasanya terjadi pada wanita setelah mengalami pubertas yang menyumbang 90 persen kasus dan berikut di bawah ini adalah penjelasan lengkapnya:

- Bakteri Vaginosis
Penyebab vaginitis yang paling umum ini diakibatkan oleh perubahan bakteri normal yang ditemukan pada Miss V dengan pertumbuhan berlebih dari satu dari beberapa organisme lainnya.

Hal ini terjadi saat bakteri yang biasanya ditemukan di Miss V (lactobacilli) kalah jumlah dengan bakteri lain (anaerob) pada Miss V dan jika bakteri anaerob menjadi terlalu banyak maka bakteri tersebut akan mengganggu keseimbangan dan menyebabkan bakteri vaginosis.

Vaginitis jenis ini tampaknya terkait dengan hubungan seksual terutama jika Anda memiliki banyak pasangan seks atau pasangan seks baru - tetapi juga terjadi pada wanita yang tidak aktif secara seksual.

Selain itu biasanya akan mengembangkan cairan keputihan berbau busuk, berwarna abu-abu putih, selain itu bisa menyebabkan cairan keputihan yang sering digambarkan sebagai bau amis, dan mungkin bau tersebut akan lebih tercium setelah melakukan hubungan seksual.

Baca Juga: Mengerikan Ini 5 Efek Samping Mmeiliki Keputihan Tidak Normal

- Infeksi Ragi
Hal ini biasanya terjadi bila ada pertumbuhan berlebih dari organisme jamur yang bernama C. albicans yang umumnya berada dalam Miss V. C. albicans juga menyebabkan infeksi pada area lembab lainnya di tubuh, seperti di mulut (sariawan) dan bisa berada di lipatan kulit. Selain itu mungkin infeksi ragi pada wanita akan mengeluarkan cairan keputih yang tebal yang menyerupai keju cottage.

- Trikomoniasis
Penyebab selanjutnya adalah karena Trikomoniasis yang merupakan salah satu penyakit menular seksual yang disebabkan oleh hubungan seksual dan disebabkan oleh adanya Trichomonas vaginalis.

Pada pria, organisme biasanya menginfeksi saluran kemih, namun seringkali tidak menimbulkan gejala. Pada wanita, trikomoniasis biasanya menginfeksi Miss V, dan bisa menyebabkan gejala seperti mengeluarkan cairan keputihan berwarna kuning kehijauan dan kadang berbusa. Dan hal ini juga meningkatkan risiko perempuan terkena infeksi menular seksual lainnya.

- Akibat Iritasi
Penyebab selanjutnya disebabkan akibat menggunakan bahan-bahan yang mengandung bahan kimia, contohnya saja menggunakan sabun, douche, atau mungkin bisa disebabkan oleh penggunaan kondom yang dapat memicu reaksi alergi terhadap Miss V, selain itu kebersihan yang buruk juga dapat memicu hal tersebut.



Waspada, Inilah Gejala - Gejala Vaginitis Pada Wanita



- Terasa gatal-gatal dan iritasi pada area kelamin

- Mengeluarkan cairan keputihan tidak normal yang berwarna putih, abu-abu, berair, atau berbusa

- Mengalami peradangan yang tentunya dapat menyebabkan kemerahan dan pembengkakan pada labia majora, labia minora, dan daerah perineum yang terutama terjadi karena pertumbuhan sel kekebalan berlebih.

- Terasa sakit atau ketidaknyamanan saat buang air kecil

- Hubungan seksual yang menyakitkan, dikenal sebagai dispareunia


Faktor-Faktor yang Meningkatkan Risiko Terkena Vaginitis, Diantaranya:


- Perubahan hormonal, seperti yang berhubungan dengan kehamilan, pil KB atau menopause

- Aktivitas seksual

- Memiliki infeksi menular seksual ataupun penyakit menular seksual

- Karena obat-obatan, seperti antibiotik dan steroid

- Penggunaan spermisida untuk pengendalian kelahiran seperti kondom

- Diabetes yang tidak terkontrol

- Penggunaan produk kebersihan wanita seperti mandi busa, semprotan vagina (douching)

- Mengenakan celana dalam ketat


Bagaimanakah Cara Mencegah Vaginitis?


- Kebersihan yang baik dapat mencegah beberapa jenis vaginitis berulang dan dapat meringankan gejalanya.

- Ada baiknya untuk menghindari mandi busa dan berendam di bak air panas terlalu lama

- Hindari menggunakan tampon beraroma, pembalut terlalu lama, selain itu ada baiknya untuk membilas sabun dari daerah kelamin luar setelah mandi, dan keringkan area dengan baik untuk mencegah iritasi.

- Lap Miss V dari arah depan ke belakang setelah menggunakan toilet hal tersebut bertujuan untuk menghindari menyebarkan bakteri feses ke Miss V

- Jangan menggunakan douche, karena mungkin hal tersebut akan mengganggu organisme normal yang berada di Miss V dan benar-benar dapat meningkatkan risiko infeksi pada vagina dan douching tidak akan membersihkan infeksi vagina.

- Gunakan kondom lateks ketika melakukan hubungan seksual karena dapat membantu untuk menghindari infeksi yang menyebar melalui kontak seksual.

- Pakailah celana dalam katun dan hindari menggunakan celana yang ketat



Saya Mengalami Vaginitis Bagaimanakah Cara Menyembuhkannya?

Jika Anda mengalami salah satu gejala seperti di atas maka sudah saatnya untuk melakukan pengobatan yang tepat yaitu di Klinik Utama Gracia, karena Klinik Kami merupakan salah satu Klinik terbaik di bidang ginekologi, andrologi maupun penyakit kelamin.

Selain itu biasanya dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan menanyakan riwayat kesehatan pasien, kemudian dokter akan mengambil sampel cairan pada Miss V pasien yang nantinya bertujuan untuk menentukan penyebab.

Penyebab vaginitis juga dapat didiagnosis dengan memeriksa kemunculan cairan vagina, tingkat pH vagina, adanya amina yang mudah menguap (gas yang menyebabkan bau busuk), dan deteksi mikroskopis sel spesifik ataupun dengan pemeriksaan lainnya.



Dan biasanya pengobatan untuk vaginitis akan diberikan oleh dokter tergantung pada penyebabnya, sehingga untuk mengatasi dan menyembuhkannya segeralah untuk datang ke Klinik Utama Gracia atau Anda juga bisa memanfaatkan layanan konsultasi dengan mengklik tombol chat online di atas.



Panduan Penting
Perlu Anda ketahui bahwa setiap artikel ataupun tips yang Kami sediakan di website Klinikginekologi.net hanya merupakan referensi dan harap tidak dijadikan sebagai panduan medis yang mutlak.

Sehingga ada baiknya konsultasikan kondisi medis yang Anda alami dengan dokter profesional agar penyakit Anda bisa terpantau dan disembuhkan dengan baik.