Seperti yang sudah kita ketahui bahwa keputihan umumnya terbagi menjadi dua jenis yaitu keputihan normal dan keputihan abnormal, akan tetapi jika Anda memiliki jenis keputihan normal maka Anda tak perlu mewaspadai hal tersebut karena merupakan hal yang normal terjadi.

Namun, lain halnya jika Anda memiliki jenis keputihan abnormal maka memerlukan perhatian yang serius, karena keputihan abnormal ataupun keputihan tidak normal adalah jenis keputihan yang biasanya terjadi karena adanya infeksi tertentu dan tentunya jika tidak segera diobati maka dapat membahayakan kesehatan wanita.

Selain itu perlu Anda ketahui bahwa hampir sebagian besar jenis keputihan tidak normal akan berubah warna, serta mengeluarkan bau tidak sedap seperti bau amis ataupun bau ikan, dan juga cairan keputihan nya bisa terasa gatal, berbusa dll, lalu apa sajakah dampak yang bisa diberikan oleh jenis keputihan abnormal?

Awas, Ini Bahayanya Keputihan Abnormal Untuk Kesehatan Wanita


- Cairan Keputihan Berwarna Kuning Bisa Menandakan Adanya Penyakit Menular Seksual
Bahaya keputihan abnormal yang pertama adalah cairan keputihan yang berwarna kuning bisa menandakan adanya penyakit menular seksual (PMS), karena jika Anda aktif secara seksual dan memiliki cairan kuning tersebut bisa menandakan adanya penyakit menular seksual seperti: klamidia dan gonore.

Dan perlu Anda ketahui bahwa kedua jenis PMS tersebut sangat umum di kalangan wanita yang aktif secara seksual, karena klamidia dan gonore dapat menyebabkan masalah kesehatan jangka panjang bagi wanita yang terinfeksi, jadi penting untuk tidak mengabaikan tanda-tanda yang mungkin terjadi.

Baca Juga: Cara Mudah Membedakan Keputihan Normal dan Tidak Normal

Namun, sayangnya sejumlah besar wanita dengan klamidia atau gonore tidak akan mengalami gejala apapun, akan tetapi kabar baiknya adalah dengan melakukan pengobatan yang segera dan tepat dapat menyembuhkan penyakit tersebut.

Selain itu perlu Anda waspadai jika penyakit gonore tidak segera diobati maka bisa menyebabkan komplikasi yang lebih serius pada wanita maupun pada pria.
Pada wanita gonore yang tidak segera diobati maka dapat menyebabkan komplikasi untuk mengalami penyakit radang panggul (PID), mengalami resiko kehamilan di luar rahim, dan berpotensi mengalami kemandulan.

Sedangkan pada pria komplikasi gonore bisa menyebabkan penyebaran infeksi untuk masuk ke testis dan prostat serta bisa mengurangi kesuburan. Jadi ada baiknya untuk mencegah hal tersebut dengan menghindari berbagai macam aktivitas seksual dan jika Anda aktif secara seksual maka penting untuk melakukan pengujian PMS secara rutin.



- Bisa Menandakan Adanya Trichomoniasis
Bahaya keputihan abnormal selanjutnya adalah bisa menandakan adanya Trichomoniasis adalah infeksi menular seksual (IMS) yang disebabkan oleh adanya parasit yang bernama Trichomonas vaginalis (TV) yang umumnya disebabkan oleh aktifitas seksual.

Dan biasanya akan menimbulkan cairan keputihan yang mejadi kental, encer, berbusa, berbau tidak sedap dan mungkin juga berubah warna menjadi kuning dan kehijauan yang disertai dengan rasa gatal-gatal, nyeri dan bengkak pada Miss V

Akan tetapi tidak semua wanita mengalami gejala-gejala seperti di atas, namun ada baiknya jika Anda merasa memilikinya maka segera konsultasikan kepada dokter.
Selain itu perlu Anda ketahui jika dibiarkan tanpa pengobatan maka seorang ibu hamil yang terinfeksi trikomoniasis bisa menularkan kondisi tersebut pada bayi yang dikandungnya.

Sehingga bisa meningkatkan risiko untuk mengalami kelahiran prematur dan menimbulkan berat badan bayi kurang, tak sampai disitu saja karena Trikomoniasis pada wanita membuat penderitanya lebih rentan terhadap untuk terinfeksi virus HIV penyebab AIDS.

- Cairan Keputihan Berbau Busuk Bisa Menandakan Bakteri Vaginosis


Jika Anda merasa memiliki cairan keputihan dengan tekstur encer yang berbau busuk dan sesekali seperti bau amis ikan terutama setelah seorang wanita melakukan hubungan seks, maka hal tersebut menandakan adanya Bakteri vaginosis (BV) akan tetapi hal tersebut bukan salah satu jenis IMS karena dapat terjadi pada setiap wanita.

Bakteri vaginosis adalah infeksi yang disebabkan ketika Terganggunya keseimbangan bakteri di dalam Miss V sehingga bakteri menyerang daerah Miss V dan mengubah flora vagina normal dan menjadi tidak normal

Selain itu perlu Anda perhatikan bahwa Vaginosis bakterialis bukan termasuk ke dalam penyakit serius karena dengan pengobatan yang tepat sangat mudah untuk diobati, namun tetap jangan dianggap sepele karena kondisi ini jika diabaikan bisa mengakibatkan risiko terinfeksi infeksi menular seksual, penyakit radang panggul, dan ibu hamil bisa mengalami kelahiran prematur.

- Bisa Menyebabkan Vaginitis
Dampak keputihan abnormal yang terakhir adalah bisa menyebabkan vaginitis, yang disebabkan oleh adanya infeksi jamur sehingga menyebabkan iritasi pada Miss V dan menyebabkan cairan keputihan yang terasa gatal

Selain itu perlu Anda ketahui bahwa wanita yang aktif secara seksual berpotensi lebih besar untuk mengalami vaginitis karena infeksi jamur yang tidak normal bisa menyebabkan hal tersebut dan banyak wanita terindikasi memiliki vaginitis setelah mengalami periode menstruasi.

Selain itu vaginitis bisa disebabkan oleh banyak hal seperti karena adanya: Bakteri Vaginiosis, Infeksi jamur candida, Trichomoniasis, Klamidia dan bisa juga disebabkan oleh seringnya menggunakan semprotan kewanitaan sampai memiliki banyak pasangan seks dll.

Namun, pada umumnya ragi di dalam Miss V adalah hal yang normal akan tetapi jika jamur tumbuh secara berlebihan maka bisa mengakibatkan infeksi ragi dan kondisi ini sering terjadi bila Anda mengalami stres, mengalami diabetes, menggunakan pil kb, mengkonsumsi antibiotik tertentu dll

Nah, itulah tadi berbagai macam bahaya keputihan abnormal bagi kesehatan wanita dan jika Anda merasa memilikinya maka segeralah konsultasikan kepada Kami di Klinik Utama Gracia dan biasanya pengobatan bervariasi berdasarkan penyebab keputihan yang Anda alami.


Panduan Penting
Perlu Anda ketahui bahwa setiap artikel ataupun tips yang Kami sediakan di website Klinikginekologi.net hanya merupakan referensi dan harap tidak dijadikan sebagai panduan medis yang mutlak.

Sehingga ada baiknya konsultasikan kondisi medis yang Anda alami dengan dokter profesional agar penyakit Anda bisa terpantau dan disembuhkan dengan baik.