Kehilangan keperawanan sebelum menikah tentu bisa menjadi mimpi buruk bagi banyak wanita, dan apakah keperawanan bisa kembali tanpa melakukan operasi? Nah jika Anda penasaran dengan jawabannya maka baca terus artikel ini sampai tuntas.

Sebelum membahas lebih lanjut ada baiknya Anda mengetahui terlebih dahulu bahwa selaput dara adalah jaringan tipis dan berdaging yang terletak pada pembukaan Miss V dan selain itu perlu Anda ketahui bahwa selaput dara wanita memiliki bentuk yang berbeda-beda.

Namun, jenis selaput dara yang bisa dikatakan sempurna adalah jenis selaput dara annular, selain itu perlu Anda ketahui bahwa beberapa orang dilahirkan dengan memiliki selaput dara yang sangat kecil sehingga sepertinya mereka sama sekali tidak memiliki selaput dara.

Baca juga: 4 Bentuk Selaput Dara Pada Wanita

Bahkan banyak orang berpikir bahwa selaput dara (hymens) benar-benar menutupi pembukaan vagina, tapi itu tidak biasanya terjadi, karena sebagian besar waktu hymens secara alami memiliki lubang yang cukup besar yang berfungsi untuk mengeluarkan darah haid saat menstruasi.

Dalam kasus yang jarang terjadi, wanita terlahir memiliki hymens yang menutupi seluruh lubang vagina, atau lubang di selaput daranya sangat kecil sehingga mungkin perlu menemui dokter untuk melakukan prosedur minor yaitu untuk mengangkat jaringan ekstra.

Dan perlu Anda ketahui bahwa selaput dara wanita bisa meregang ataupun robek saat pertama kali melakukan hubungan seks vaginal, sehingga hal tersebut bisa menyebabkan rasa sakit atau pendarahan tetapi hal ini tidak terjadi pada semua orang.



Lalu, Apakah Keperawanan Bisa Kembali Tanpa Operasi?



Apakah keperawanan bisa kembali tanpa melakukan operasi? Mungkin pertanyaan seperti itu sering ditanyakan oleh wanita muda, karena banyak wanita yang sayangnya sangat mudah sekali percaya dengan berbagai macam iklan obat-obatan yang dapat mengembalikan keperawanan yang sudah hilang, lalu apakah keperawanan bisa kembali tanpa operasi?

Untuk menjawab hal tersebut, Dr David Delvin, GP menjawabnya dari NetDoctor, ia mengatakan memang suatu hal mustahil bisa menumbuhkan kembali selaput dara, karena sampai sekarang tidak ada obat yang bisa mengembalikan keperawanan wanita.

“Karena sekali selaput dara itu sobek atau rusak maka dia akan hilang selamanya – lamanya sehingga bisa dikatakan bahwa hal tersebut adalah tidak mungkin” jadi jangan mudah percaya ada iklan-iklan obat yang menyebutkan dapat mengembalikan keperawanan tanpa operasi ucapnya.

Baca juga: Selaput Dara Robek Sebelum Menikah, Ini Cara Mengembalikannya.



Selain itu perlu Anda ketahui bahwa selaput dara tidak hanya robek karena melakukan aktivitas seks saja karena banyak hal lain yang bisa menyebabkan selaput dara robek ataupun pecah seperti: mengendarai sepeda, berolahraga berat, atau meletakkan sesuatu di vagina Anda (seperti tampon, jari, atau mainan seks dan begitu selaput dara Anda robek maka tidak bisa tumbuh kembali).

Biasanya setelah selaput dara robek ataupun rusak, maka tidak mungkin untuk mengembalikan selaput dara ke bentuk aslinya dengan cara alami, tetapi jangan bersedih hati dulu karena dengan bantuan operasi keperawanan dapat membantu Anda untuk mengembalikan hal tersebut, tapi perlu Anda pikirkan secara matang-matang jika ingin melakukannya.

Karena Anda perlu mengeluarkan biaya yang bisa dibilang tidak sedikit dan mungkin saja bisa menimbulkan rasa sakit, tetapi hal tersebut akan sirna dan terbayar lunas jika Anda kembali seperti semula.

Apakah Operasi Keperawanan Bisa Menimbulkan Efek Samping?

Operasi keperawanan ataupun Hymenoplasti adalah operasi rekonstruksi yang memasang kembali selaput dara ke dinding Miss V, dan operasi ini bertujuan untuk merekonstruksi selaput dara yang telah rusak dan dalam beberapa kasus operasi selaput dara ini dapat membantu seorang wanita yang lahir dengan kelainan selaput dara.

Baca juga: Begini Proses Operasi Keperawanan Pada Wanita

Prosedur Hymenoplasti biasanya dilakukan untuk menyebabkan perdarahan saat berhubungan badan untuk pertama kalinya pasca-perkawinan yang dalam beberapa kebudayaan termasuk di Indonesia dianggap bukti keperawanan wanita, lalu apakah operasi keperawanan bisa menimbulkan efek samping?

- Seorang wanita mungkin saja akan mengalami pendarahan mendadak dan intermiten setelah operasi keperawanan.

- Seorang wanita mungkin saja akan mengalami demam yang menandakan bahwa Anda mungkin memiliki semacam infeksi pada area Miss V setelah melakukan operasi keperawanan.

- Jika Anda melihat adanya perubahan warna normal kulit di sekitar Miss V, seperti kuning atau hijau maka Anda harus segera berkonsultasi dengan ahli bedah Anda karena ini bisa menjadi masalah.

- Jika Anda merasakan adanya peningkatan rasa sakit, mati rasa atau sensasi kesemutan di sekitar Miss V, maka itu merupakan indikasi adanya cedera saraf.

- Jika Anda merasakan pembengkakan di daerah Miss V maka segeralah datangi dokter bedah Anda dan ini bisa menjadi komplikasi serius. Karena pada umumnya pembengkakan merupakan indikasi nekrosis kulit yang bisa menyebabkan komplikasi mayor, sehingga semakin cepat kondisi ini mendapat perhatian medis maka kondisinya akan semakin baik.

Apakah Dengan Memiliki Selaput dara Berarti Wanita Masih perawan?
Beberapa orang percaya bahwa wanita bukan perawan lagi jika memiliki selaput dara yang terbentang terbuka, tetapi memiliki selaput dara dan menjadi perawan bukanlah hal yang sama.
Karena seperti yang telah dijelaskan di atas bahwa beberapa orang terlahir dengan hymens yang secara alami terbuka dan banyak kegiatan lain selain seks bisa meregangkan selaput dara wanita.

Jadi pada intinya seseorang tidak bisa langsung memutuskan bahwa wanita lain tidak perawan karena memiliki selaput dara yang terbuka, karena pada umumnya wanita yang dikatakan sudah tidak perawan adalah wanita yang telah melakukan hubungan seks.

Lalu, Apa yang Terjadi Pada Selaput Dara Ketika Pertama Kali Berhubungan Badan?


Perlu Anda ketahui bahwa saat pertama kali wanita berhubungan badan maka mungkin terasa sakit, ataupun tidak dan mungkin ada rasa sakit dan pendarahan saat pertama kali Mr P masuk merobek selaput dara akan tetapi hal tersebut tidak terjadi pada semua orang.

Karena seperti yang telah dijelaskan diatas bawha pada beberapa wanita secara alami memiliki jaringan selaput dara yang berbeda-beda dan lebih elastis sehingga mungkin tidak menimbulkan perdarahan sama sekali. Perlu Anda catat juga bahwa jika rasa sakit dan pendarahan tidak membaik setelah pertama kali melakukan hubungan seks vaginal maka ada baiknya segera konsultasikan dan kunjungi dokter Anda

Dan ketika Anda khawatir dengan selaput dara Anda sakit saat berhubungan seks maka seharusnya Anda lebih relaks ketika melakukan aktivitas seksual yaitu dengan cara melakukan pemanasan terlebih dahulu sebelum melakukan penetrasi.

Selain itu pada beberapa wanita sering merasakan sakit atau iritasi saat berhubungan seks vaginal, dikarenakan hal tersebut vagina tidak cukup basah untuk melakukan hubungan seks, jadi Anda bisa menggunakan bantuan cairan pelumas alami seperti minyak goreng, putih telur dan minyak kelapa karena dengan pelumasan maka dapat membantu seks agar lebih nyaman.

Itulah tadi berbagai macam penjelasan mengenai masalah keperawanan dan apakah keperawanan bisa kembali tanpa operasi? Maka jawaban yang pasti adalah tidak karena salah satu cara untuk mengembalikan keperawanan adalah dengan melakukan operasi keperawanan.

Dan misalkan Anda berminat untuk melakukan hal tersebut maka Anda bisa berkonsultasi dengan medis Kami terlebih dahulu dengan mengklik tombol chat online di atas ataupun Anda bisa datang langsung ke Klinik Utama Gracia.


Panduan Penting
Perlu Anda ketahui bahwa setiap artikel ataupun tips yang Kami sediakan di website Klinikginekologi.net hanya merupakan referensi dan harap tidak dijadikan sebagai panduan medis yang mutlak.

Sehingga ada baiknya konsultasikan kondisi medis yang Anda alami dengan dokter profesional agar penyakit Anda bisa terpantau dan disembuhkan dengan baik.