Diketahui ternyata ada banyak penyebab keputihan berlebihan akan tetapi sayangnya di luar sana banyak wanita yang jarang mengetahui hal tersebut, padahal dengan mengetahui berbagai macam penyebabnya wanita dapat mencegah keputihan berlebihan itu.

Keputihan berlebihan tentunya akan sangat mengganggu, apalagi wanita harus lebih sering untuk mengganti celana dalam akan tetapi Anda bisa mengatasi hal tersebut dengan menggunakan pantyliners.

Namun yang harus Anda perhatikan bahwa janganlah menggunakan pantyliners setiap hari karena bisa menyebabkan iritasi, dan menyebabkan infeksi pada Miss V, selain itu janganlah menggunakannya lebih dari 4 jam setiap hari. Lalu apakah yang menyebabkan hal tersebut?



6 Penyebab Keputihan Berlebihan Ini Jarang Diketahui Wanita, Apa Saja?


Sebelum membahas lebih lanjut ada baiknya Anda mengetahui bahwa pada umumnya keputihan berlebihan itu merupakan hal yang normal terjadi jika tidak dibarengi dengan rasa gatal, berbau dan berwarna putih susu dan berikut ini Kami akan membagi kedua penyebab keputihan berlebihan yang normal dan berbahaya diantaranya:

A. Penyebab Keputihan Berlebihan yang Normal Terjadi
- Akibat Meningkatnya Gairah Seksual
- Wanita Berovulasi
- Ketidakseimbangan Progesterone
- Akibat Kehamilan

Sedangkan jika keputihan tersebut dibarengi dengan rasa gatal berbau, dan perubahan warna itu adalah jenis keputihan tidak normal yang tentu saja harus Anda waspadai dan berikut ini adalah penyebabnya:

B. Penyebab Keputihan Berlebihan Tidak Normal Ini Perlu Anda Waspadai

1. Bakteri Vaginosis
Bakteri vaginosis adalah salah satu jenis infeksi bakteri dan sangat umum terjadi pada wanita yang biasanya bakteri ini dapat mengakibatkan peningkatan jumlah keputihan yang memiliki bau yang sangat kuat, busuk, dan terkadang mencurigakan

Diketahui hal ini terjadi pada wanita yang sering menerima seks oral atau yang memiliki banyak pasangan seksual dan jika Anda merasa mengalami hal tersebut maka ada baiknya segera konsultasikan kepada dokter Anda.

2. Trikomoniasis
Biasanya infeksi ini menyebar melalui kontak seksual, namun bisa juga ditularkan dengan berbagi handuk atau baju renang. Pada umumnya wanita yang terinfeksi Trikomoniasis akan mengeluarkan keputihan berwarna kuning atau hijau dibarengi dengan bau busuk. Dan biasanya terdapat gejala seperti timbul rasa sakit pada Miss V, radang, dan terasa gatal pada Miss V akan tetapi pada beberapa orang tidak mengalami gejala apapun.

3. Infeksi Ragi
Infeksi ragi adalah infeksi jamur yang menghasilkan keputihan berwarna putih seperti keju cottage dan biasanya dibarengi dengan sensasi terbakar dan gatal-gatal pada Miss V.

Perlu Anda ketahui bahwa pada umumnya pertumbuhan ragi di dalam Miss V adalah hal yang normal akan tetapi jika pertumbuhan ragi berlipat ganda dan di luar kendali bisa menimbulkan infeksi jamur.



4. Gonore dan klamidia
Gonore dan klamidia adalah kedua jenis infeksi menular seksual yang dapat menghasilkan cairan keputihan yang tidak normal yang biasanya sering berwarna kuning dan kehijauan, jika Anda merasa memiliki keputihan jenis ini maka sebaiknya Anda dan pasangan Anda segera diobati.

5. Penyakit Peradangan Pelvis
Penyakit peradangan panggul adalah infeksi yang sering disebarkan melalui kontak seksual dan hal ini terjadi saat bakteri menyebar ke Miss V dan masuk ke organ reproduksi lainnya, sehingga akan menghasilkan keputihan terasa berat berbau busuk.

6. Human Papillomavirus (HPV) atau Kanker Serviks
The human papillomavirus (HPV) merupakan infeksi yang menyebar melalui kontak seksual sehingga dapat menyebabkan kanker serviks.
Meskipun mungkin tidak ada gejala, jenis kanker ini bisa menghasilkan cairan keputihan berdarah, coklat atau berair dengan bau tak sedap. Namun kabar baiknya kanker serviks dapat dengan mudah dicegah atau ditemukan dengan Pap smear tahunan dan tes HPV.

Bagaimanakah Cara Untuk Mengatasi Keputihan yang Berlebih?

- Menggunakan Tisu Bayi
Cara mengatasi keputihan yang berlebih yang pertama adalah dengan menggunakan tisu bayi dan Anda tinggal mengusap cairan keputihan di area Miss V dengan tisu bayi, namun perlu diingat jangan mengusapnya sampai ke dalam Miss V dan ada baiknya usaplah hanya pada bagian luarnya saja.

- Rajin Mengganti Celana dalam
Cara selanjutnya adalah dengan rajin mengganti celana dalam dan ada baiknya Anda menggantinya 2 sampai 3 kali dalam sehari dengan celana dalam berbahan katun, karena cara sederhana tersebut terbukti dapat membantu masalah keputihan berlebih karena akan membatu bakteri baik dalam Miss V dan juga mengurangi bau pada Miss V.

- Menggunakan pantyliners
Penggunaan pantyliners pada dasarnya memang untuk menjaga kebersihan daerah kewanitaan wanita, akan tetapi seperti yang telah Kami jelaskan di atas janganlah menggunakannya seriap hari dan ada baiknya ganti pantyliners kurang dari 4 jam.

- Jangan Menggunakan Cairan Pencuci Miss V
Karena banyak cairan pencuci Miss V berisi aroma atau sabun dan ternyata hal ini dapat membuat Anda merasa lebih bersih dalam jangka pendek, namun dalam jangka panjang justru akan membuat masalah lebih buruk.
Karena hal tersebut akan mengganggu keseimbangan pH alami pada Miss V dan menyebabkan Miss V untuk bekerja lebih keras untuk kembali ke keadaan normal.

- Mengkonsumsi Cuka Sari Apel
Diketahui bahan cuka sari apel sangat bermanfaat untuk mengatasi keputihan terutama jika keputihan disebabkan oleh bakteri.
Karena di dalam cuka sari apel bisa membantu Miss V untuk mendapatkan tingkat keseimbangan pH yang lebih sesuai dan juga membantu meningkatkan jumlah bakteri baik serta mengurangi bau pada Miss V

- Mengkonsumsi Yodium
Tahukah Anda bahwa kekurangan yodium dalam tubuh bisa menyebabkan tubuh mudah terserang bakteri dan virus, termasuk bakteri yang menyebabkan keputihan karena infeksi jamur. Untuk itu yodium bisa menjadi sumber antibiotik alami yang bisa Anda konsumsi setiap hari untuk mencegah keputihan berlebihan.



Itulah tadi berbagai macam pembahasan mengenai berbagai macam penyebab keputihan berlebihan yang perlu Anda waspadai, dan jika misalkan Anda mengalami hal tersebut maka sudah saatnya Anda berkonsultasi dengan mengklik tombol chat online, atau bisa datang langsung kepada Kami di Klinik Utama Gracia.