Tahukah Anda bahwa ternyata ada banyak warna keputihan dan nyatanya warna keputihan tersebut bisa menandakan adanya kondisi kesehatan tertentu pada Miss V, walaupun biasanya keputihan normal itu akan berwarna putih susu, tidak berbau, cairannya tidak banyak dan tidak terasa gatal akan tetapi pada kondisi tertentu warna keputihan bisa berubah warna.

Pada umumnya perubahan tersebut mungkin bisa menandakan masalah pada Miss V meliputi: adanya peningkatan jumlah cairan keputihan, perubahan warna keputihan atau bau keputihan, dan iritasi, gatal atau terbakar di dalam atau di sekitar Miss V Anda.

Perlu Anda ketahui bahwa perubahan keputihan tersebut bisa terjadi jika keseimbangan normal bakteri sehat (kuman) di Miss V dan ada banyak hal yang bisa mengganggu keseimbangan Miss V yang sehat, termasuk menggunakan douching, semprotan kebersihan wanita, sabun tertentu atau mandi busa, antibiotik, diabetes, kehamilan atau adanya infeksi.



Wanita, Ini 5 Warna Keputihan Beserta Artinya Untuk Kesehatan



1. Keputihan Berwarna Abu-abu
Jika warna keputihan Anda sudah berubah warna menjadi warna abu-abu disertai gatal, bau tidak sedap, diikuti dengan darah yang bersifat encer, dan mengalami pembengkakan dan kemerahan pada sekitar mulut Miss V maka Anda harus mewaspadai hal tersebut karena merupakan salah satu tanda keputihan yang berbahaya yang memerlukan perhatian serius dari dokter.

Karena perlu Anda ketahui bahwa hal tersebut bisa disebabkan oleh adanya bakteri berbahaya atau kemungkinan Anda sedang mengalami kanker, jadi ada baiknya Anda segera menghubungi dokter jika mengalami keputihan jenis ini.

2. Keputihan Berwarna Putih
Jika warna keputihan Anda sudah berubah warna menjadi putih, dibarengi dengan rasa gatal dan berbau amis dan biasanya dialami oleh wanita setelah masa menstruasi maka itu berarti merupakan sebuah tanda bahwa Miss V Anda sedang mengalami infeksi jamur.

Infeksi jamur ( kandidiasis ) biasanya terjadi bila terdapat pertumbuhan berlebih pada jamur ragi di Miss V dan seringkali terjadi karena berbagai macam hal seperti penggunaan antibiotik atau faktor lain yang bisa mempengaruhi keseimbangan alami bakteri di daerah Miss V dan spesies Candida adalah jenis ragi yang paling sering bertanggung jawab terhadap hal ini.

3. Keputihan Berwarna Kuning
Jika keputihan Anda sudah berubah warna menjadi kuning maka Anda harus mewaspadai hal tersebut, karena bisa saja hal tersebut menandakan bahwa ada organisme kuman yang tumbuh dan bersarang di Miss V dan biasanya kuman-kuman tersebut masuk ke Miss V melalui hubungan badan ataupun karena hal lain seperti:

- Gonore
Seperti yang sudah kita ketahui bahwa gonore merupakan salah satu jenis penyakit menular seksual (PMS) yang penyebarannya diakibatkan oleh hubungan badan dengan seseorang yang sudah terinfeksi gonore dan ternyata keputihan berwarna kuning tersebut bisa disebabkan oleh penyakit gonore.

Biasanya seorang wanita yang mengalami keputihan yang diakibatkan oleh gonore akan mengalami gejala keputihan yang berwarna putih ataupun keruh disertai dengan timbulnya perdarahan yang terjadi di luar siklus menstruasi, dan dibarengi dengan nyeri panggul dan inkontinensia urine.

- Trikomoniasis
Trichomoniasis adalah salah satu jenis infeksi menular seksual (IMS) dan hal ini merupakan hal yang sangat umum. Bahkan menurut Centers for Disease Control and Prevention (CDC) 3,7 juta orang Amerika terinfeksi trikomoniasis pada waktu tertentu.

Biasanya seorang wanita yang mengalami keputihan yang diakibatkan oleh Trikomoniasis akan mengalami keputihan yang berwarna kuning atau berwarna hijau dan berbusa disertai dengan bau tak sedap, serta timbul rasa nyeri dan gatal saat buang air kecil.

4. Keputihan Berwarna Hijau
Apakah Anda pernah mengalami keputihan berwarna hijau dalam jumlah besar dan disertai aroma busuk juga nyeri pada Miss V? jika ya maka Anda mewaspadai hal tersebut karena hal tersebut menandakan bahwa mungkin menjadi tanda bahwa terdapat infeksi pada organ reproduksi.

5. Keputihan Berwarna Coklat
Jika Anda mengalami keputihan berwarna coklat pada periode menstruasi, atau kehamilan di awal, atau pada masa menopause maka keputihan jenis ini juga bisa menandakan bahwa adanya penyakit pada Miss V.

Jika keputihan berwarna coklat tersebut bersifat tidak normal, misalnya disertai dengan timbulnya rasa nyeri di pinggang maupun bokong dan bau tidak sedap pada Miss V maka Anda patut mewaspadai hal tersebut, karena mungkin hal ini merupakan tanda awal adanya penyakit kanker serviks atau pelvis inflammatory disease (PID).

Lalu, Apakah yang Menyebabkan Jumlah Cairan Keputihan yang Berlebihan Pada Wanita?



A. Bentuk Serviks
Diketahui jumlah dan konsistensi cairan keputihan yang diproduksi seorang wanita sebagian besar ditentukan oleh bentuk serviks wanita.

Karena pada beberapa wanita memiliki banyak kelenjar di bagian luar serviks dan memiliki lebih banyak cairan keputihan sehingga banyak wanita yang menggunakan pantyliners untuk mengatasi hal tersebut.

Selain itu pada serviks seperti bagian rahim lainnya, menjadi sangat besar selama masa kehamilan, sehingga kombinasi peningkatan darah, perubahan hormon, dan kelenjar serviks yang lebih besar sering mengakibatkan banyak cairan keputihan selama masa kehamilan.

B. Hormon
Hormon juga ternyata memiliki pengaruh besar pada cairan keputihan yang berlebihan.
Sementara kehamilan dapat meningkatkan cairan keputihan secara bergantian maka rendahnya keadaan hormon estrogen saat menopause dan menyusui biasanya menyebabkan pelepasan minimal. Jumlah pelepasan yang lebih rendah ini bisa membuat Anda lebih rentan terhadap infeksi bakteri dan ragi.

C. Infeksi Tertentu
Tentunya infeksi tertentu bisa mempengaruhi banyaknya cairan keputihan, karena hal tersebut bisa mempengaruhi organisme infeksi menular di Miss V sehingga dapat menyebabkan cairan keputihan yang meningkat dan menebal dalam konsistensi.

Perlu Anda catat juga bahwa cairan keputihan yang disebabkan oleh adanya infeksi seringkali memiliki beberapa karakteristik tertentu seperti bau, rasa terbakar pada Miss V atau gatal-gatal pada Miss V.

Bagaimanakah Caranya Agar Saya Terhindar Dari Keputihan yang Tidak Normal?
Untuk menjaga kesehatan Miss V dan terhindar dari keputihan tidak normal ternyata memerlukan usaha yang tepat dan berikut ini adalah beberapa cara yang bisa Anda gunakan untuk mencegah hal tersebut diantaranya adalah sebagai berikut:

- Jaga agar Miss V tetap bersih dan kering
- Pakailah celana dalam berbahan katun
- Jangan pernah douche karena hal ini bisa menghilangkan bakteri alami di dalam Miss V
- Selalu praktekkan seks yang aman
- Mengkonsumsi berbagai macam makanan yang sehat, dan mengkonsumsi yogurt
- Hindari menggunakan berbagai macam produk feminin di area kelamin Anda
- Ada baiknya selalu gunakan pembalut dan bukan tampon.
- Jaga kadar gula darah Anda di bawah kontrol yang baik jika Anda menderita diabetes.



Perlu Anda ingat juga jika Anda merasa warna keputihan Anda sudah berubah warna maka ada baiknya jangan untuk menggobati sendiri masalah tersebut, sehingga ada baiknya segeralah konsultasikan permasalahan tersebut kepada Kami di Klinik Utama Gracia untuk mendapatkan diagnosis agar Anda mendapat perawatan dan pengobatan yang tepat.