Gangguan haid pada wanita memang bisa saja terjadi kapanpun dan dimanapun, akan tetapi kebanyakan wanita yang mengalami ganguan pada haid sering kali merasakan berbagai macam hal seperti perdarahan haid yang tidak normal sehingga menyebabkan siklus haid yang panjang pada wanita.

Siklus haid adalah keluarnya darah kotor dan selaput lendir dari Miss V dan pada umumnya siklus haid di hitung pada hari pertama keluarnya darah haid dan rata-rata siklus haid yang normal pada wanita adalah 28 hari.

Namun, pada beberapa wanita ada beberapa variasi dalam siklus haid ini dimulai dari 24 hari untuk siklus 35 hari. Selain itu beberapa siklus menstruasi normal bisa sedikit lebih lama dan ada yang lebih pendek saat Anda mengalami siklus haid saat pertama kali, dan ternyata wanita juga seringkali mengalami gangguan haid.



Awas, 5 Jenis Gangguan Haid Pada Wanita Ini Perlu Anda Waspadai



1. Perdarahan Menstruasi Berat
Gangguan haid pada wanita yang pertama ini adalah jenis gangguan karena perdarahan berat (menorrhagia), dimana saat wanita mengalami ganguan ini akan mengalami: periode menstruasi yang berkepanjangan atau pendarahan yang berlebihan. Bahkan satu dari lima wanita mengalami keluar darah menstruasi yang begitu deras selama menstruasi sehingga hal tersebut bisa mengganggu aktivitas normal.

Perlu Anda ketahui juga bahwa kehilangan darah selama periode menstruasi normalnya adalah sekitar 5 sendok makan, tapi jika wanita mengalami pendarahan menstruasi yang parah, mungkin bisa mengalami perdarahan sebanyak 10 sampai 25 kali lipat jumlahnya setiap bulannya.

Selain itu seorang wanita mungkin harus mengganti tampon atau pembalut setiap jamnya dan perdarahan menstruasi yang berat bisa terjadi pada berbagai tahap kehidupan wanita selama masa remaja.

Apakah yang Menyebabkan Perdarahan Menstruasi yang Berat?

- Ketidakseimbangan hormon
- Kelainan struktur di rahim, seperti polip atau fibroid
- Kondisi medis tertentu
- Selain itu banyak wanita dengan perdarahan menstruasi berat bisa menyalahkan kondisi seperti karena hormon estrogen dan progesteron

2. Nyeri kram
Gangguan haid pada wanita yang selanjutnya adalah karena nyeri kram (dismenore) yang ternyata bisa menyebabkan kram dan nyeri yang parah dan sering terjadi selama wanita mengalami dan diketahui dismenore terbagi menjadi dua jenis yaitu: primer dan sekunder.

- Dismenore primer biasanya terjadi ketika wanita pertama kali memulai menstruasi dan berlanjut sepanjang hidup Anda, dan hal ini dapat menyebabkan kram menstruasi yang parah

- Dismenore sekunder bisa disebabkan oleh beberapa penyebab fisik dan biasanya dimulai setelah wanita mengalami menstruasi, dan hal ini mungkin disebabkan oleh kondisi medis lain, seperti penyakit radang panggul atau endometriosis.

3. Tidak Adanya Menstruasi


Gangguan haid selanjutnya adalah karena tidak adanya menstruasi (amenore) dan penyebab amenore yang paling umum adalah karena kehamilan, masalah dengan organ reproduksi karena hal tersebut dapat membantu untuk mengatur kadar hormon wanita.

Selain itu amenore primer dipertimbangkan saat seorang gadis tidak mulai menstruasi pada usia 16 tahun sedangkan amenore sekunder bisa terjadi saat menstruasi sebelumnya berhenti minimal 3 bulan.

4. Sindrom Pramenstruasi
Sindrom Pramenstruasi (PMS) adalah istilah umum yang digunakan untuk menggambarkan berbagai gejala fisik dan psikologis yang terkait dengan gangguan haid. Bahkan sekitar 30 % sampai 40 % wanita mengalami gejala PMS yang cukup parah karena sangat mengganggu gaya hidup.

Diketahui juga bahwa ada lebih dari 150 gejala PMS yang terdokumentasi, namun yang paling umum adalah gejala emosional, depresi, kembung, merasa kelelahan, sakit kepala dll, selain itu gejala PMS biasanya dapat berkembang sekitar lima sampai tujuh hari sebelum Anda mengalami haid dan hilang begitu saja saat Anda memulai haid

PMS tampaknya disebabkan oleh adanya naik dan turunnya kadar hormon estrogen dan progesteron, yang dapat mempengaruhi zat kimia pada otak wanita, termasuk serotonin, zat yang memiliki pengaruh kuat pada mood.

5. Premenstrual Dysphoric Disorder
Gangguan haid yang terakhir ini disebabkan oleh pramenstruasi dysphoric disorder (PMDD) yang ternyata gejalanya jauh lebih parah daripada PMS biasa.

Bahkan pada wanita yang mengalami PMDD (sekitar 3 sampai 8 persen dari semua wanita) mengatakan bahwa hal itu secara signifikan mengganggu kehidupan mereka dan para ahli menyamakan perbedaan antara PMS dan PMDD dengan perbedaan antara sakit kepala ringan dan migrain.

Gejala-gejala PMDD yang paling umum terjadi pada wanita adalah meningkatnya iritabilitas, kegelisahan dan perubahan suasana hati. Selain itu pada wanita yang memiliki riwayat depresi berat, depresi pascamelahirkan atau gangguan mood berisiko lebih tinggi untuk mengalami PMDD dibandingkan dengan wanita lain. Meskipun beberapa gejala PMDD dan depresi berat tumpang tindih, namun gejala mereka sangat berbeda.



Itulah tadi berbagai macam pembahasan mengenai berbagai macam gangguan haid yang perlu Anda waspadai, dan jika misalkan Anda mengalami hal tersebut maka Anda bisa berkonsultasi dengan mengklik tombol chat online, atau bisa datang langsung kepada Kami di Klinik Utama Gracia.