Seiring dengan berkembangnya dunia medis maka segala sesuatu bisa saja akan terjadi sama halnya dengan mengembalikan selaput dara wanita yang sudah robek dengan proses operasi selaput dara.

Kebanyakan wanita ingin melakukan operasi keperawanan karena ingin memperkencang dan merapatkan Miss V sehingga dapat memuaskan kembali suami, atau operasi ini sering dilakukan kepada seorang gadis yang mengalami trauma akibat kekerasan seksual, maupun karena alasan lainnya.

Operasi selaput dara (Hymenoplasty) adalah operasi merekondisi selaput dara yang sudah robek untuk dikembalikan ke kondisi semula dan diketahui istilah ini berasal dari kata Yunani selaput dara yang berarti "membran", dan raphe berarti "jahitan". Hal ini juga dikenal sebagai Hymenoplasty.

Begini Proses Operasi Selaput Dara Pada Wanita:


1. Operasi Dengan Cara Sederhana
Perbaikan selaput dara dengan cara sederhana ini adalah menyatukan sisa-sisa selaput dara dengan cara menutup robekan pada Miss V, dan akan dilakukan sedekat mungkin dari tanggal pernikahan seorang wanita.

Ini adalah operasi perawan yang sangat sederhana yang harus dilakukan minimal 1 bulan sampai 6 minggu sebelum waktu pernikahan, sehingga jahitan internal pada Miss V akan menghilang sama sekali.

2. Operasi Vaginaplasty
Operasi Vaginaplasty merupakan operasi besar di mana sayatan dibuat di membran Miss V dan kedua belah sisi ditarik dan dijahit bersama-sama, sehingga akan merapatkan Miss V.

Operasi ini harus dilakukan banyak waktu sebelum pernikahan, sehingga wanita memiliki waktu yang cukup lama untuk fase penyembuhan dan biasanya operasi ini memakan waktu yang sebentar sekitar 1 sampai 2 jam.

3. Operasi Labiaplasty
Labiaplasty merupakan prosedur pembedahan yang menghilangkan kelebihan jaringan dari bibir Miss V (labia) baik untuk alasan kosmetik atau untuk wanita yang merasa ketidaknyamanan fisik karena labia membesar atau memanjang. Ketika dikombinasikan dengan Vaginaplasty, prosedur ini juga dikenal sebagai peremajaan vagina.

Labiaplasty merupakan operasi yang berfungsi untuk merekondisi labium mayor dan juga labium minor yang ada pada organ kewanitaan yang mengalami kelainan agar kondisinya menjadi normal kembali seperti semula.

4. Operasi Hymenoplasty
Hymenoplasty adalah operasi yang berfungsi untuk merekondisi selaput dara agar kembali seperti semula sebagaimana halnya kondisi sebelum melakukan hubungan badan dengan pasangan.

Ada beberapa hal yang sangat penting setelah Anda melakukan operasi Hymenoplasty yaitu dengan menjaga dan menyesuaikan kesehatan terutama dengan menerapkan pola hidup sehat. Karena setelah operasi Hymenoplasty kemungkinan selaput dara Anda akan mengalami luka sehingga memerlukan beberapa hari untuk penyembuhan.

Apa yang Terjadi Selama Hymenoplasty?
Biasanya yang terjadi selama melakukan Hymenoplasty adalah setiap kulit yang robek di sekitar tepi selaput dara akan dirapikan maupun dipotong, setelah itu jaringan yang tersisa dijahit bersama-sama, sehingga meninggalkan lubang kecil dan hal ini akan mengembalikan cincin selaput dara ke ukuran dan bentuk yang normal.

Jika tidak ada cukup kulit untuk mengembalikan selaput dara, atau jika selaput dara adalah tidak ada maka ahli bedah dapat membuat selaput dara dengan menggunakan beberapa kulit dari tubuh atau jaringan sintetis. Dan sebuah pasokan darah kecil dapat ditambahkan karena akan menstimulasi perdarahan yang biasa terjadi pada penetrasi seksual.

Apakah Operasi Selaput Dara Bisa Menimbulkan Komplikasi?


Diketahui hingga saat ini jarang ada komplikasi akibat operasi keperawanan, namun Anda harus menghubungi dokter jika mengalami salah satu gejala berikut dibawah ini:

- Pusing.
- Miss V terasa sakit selama tiga hari pasca operasi.
- Cairan keputihan berbau busuk.
- Rasa gatal pada Miss V.
- Mengalami perdarahan abnormal
- Mengalami Peradangan.



Itulah tadi berbagai macam pembahasan mengenai operasi keperawanan dan jika misalkan Anda ingin melakukan operasi tersebut maka bisa mengunjungi Klinik Utama Gracia ataupun dengan layanan chat dengan pihak medis Kami.