Pria kerap mempertanyakan impotensi apa bisa punya anak saat melakukan konsultasi dengan dokter. Impotensi sendiri terjadi karena organ kelamin pria tidak dapat mencapai ereksi. Masalah impotensi ini sering terjadi dalam waktu yang cukup lama. Karena itu, bagi pria yang menderita impotensi akan mengalami masalah pada kehidupan seksual dan kerharmonisan dalam berumah tangga.

Impotensi atau biasa disebut disfungsi ereksi bisa dialami oleh pria dewasa dan juga pria yang masih muda. Impotensi apa bisa punya anak? Masalah impotensi pada pria muda terjadi karena memiliki kebiasaan atau pola hidup yang buruk. Impotensi tidak akan terjadi tanpa faktor penyebab yang memicunya. Karena itu, Anda harus merawat kesehatan terutama yang berkaitan dengan organ kelamin agar tidak menimbulkan masalah serius di kemudian hari.

Faktor Penyebab Pria Mengalami Impotensi

Penyakit impotensi disebabkan oleh berbagai faktor, seperti faktor fisik, faktor psikis, penggunaan obat-obatan tertentu, dan pola hidup yang buruk. Faktor fisik yang secara umum mempengaruhi masalah ereksi pada pria, antara lain diabetes, rendahnya kadar testosteron, dan penyakit stroke. Sementara, faktor psikis yang menyebabkan penyakit impotensi adalah stres, depresi dan insomnia. Beberapa penyebab impotensi lainnya adalah sebagai berikut.

• Adanya kelainan pada struktur organ kelamin.
• Memiliki gangguan keseimbangan hormon.
• Kondisi stamina yang sedang menurun.

Baca juga: Disfungsi Ereksi Berat Dapat Sebabkan Komplikasi

 

Impotensi dan Beberapa Gejala yang Berkaitan

Gejala utama yang dirasakan pria dengan kondisi impotensi adalah sulitnya organ kelamin dalam mencapai ereksi. Apabila kondisi ini tidak kunjung menghilang, maka bisa menjadi pertanda adanya masalah serius, seperti diabetes dan penyakit jantung koroner. Impotensi dapat berdampak buruk pada kehidupan seksual Anda dan pasangan. Pada pria muda, impotensi akan mengakibatkan organ kelamin sulit melakukan ereksi meski sudah mendapatkan rangsangan.
 
Tak hanya pria, wanita juga bisa mengalami masalah impotensi. Hal ini ditandai dengan berkurangnya gairah seksual atau libido ketika berhubungan intim. Karena itu, wanita yang memiliki kondisi ini sulit mendapatkan rangsangan dari pasangan seksual. Meskipun begitu, tak berarti Anda dan pasangan tidak bisa memiliki keturunan. Oleh karena itu, pertanyaan mengenai impotensi apa bisa punya anak bisa ditangani dokter melalui proses bayi tabung.

Bagaimana Diagnosis Pada Penderita Impotensi?


Penyakit impotensi biasanya didiagnosis oleh dokter dengan menanyakan beberapa pertanyaan seputar gejala, riwayat kesehatan, serta obat-obatan yang dikonsumsi. Pernyataan yang berkaitan dengan masalah impotensi, seperti apa organ kelamin mencapai orgasme, apa mengalami ejakulasi ketika bangun tidur dan seberapa besar tingkat linido juga bisa ditanyakan dokter ketika melakukan pemeriksaan awal.

Pria yang mengalami impotensi secara terus menerus kemungkinan besar menderita suatu penyakit tertentu. Kondisi ini bisa dicurigai dokter karena didasari oleh faktor psikologis. Pada masalah ini, dokter akan menyarankan penderita impotensi untuk dirujuk ke dokter spesialis guna ditindaklanjuti. Impotensi yang disebabkan oleh faktor psikologis harus melalui sejumlah pemeriksaan lanjutan, seperti:

• Tes darah, dilakukan untuk mengetahui kadar testosteron, mendeteksi tanda-tanda diabetes dan jantung.

• Tes urin, biasanya dilakukan dokter guna mendeteksi adanya tanda-tanda diabetes dan penyakit lainnya.

• Ultrasonografi atau USG, dilakukan untuk mengetahui tingkat kelancaran pada aliran darah dalam tubuh.

• Elektrokardiogram, merupakan pemeriksaan yang dilakukan untuk mendeteksi adanya gangguan pada organ jantung penderita impotensi.

Penanganan Penyakit Impotensi Pada Pria

Pertanyaan mengenai impotensi apa bisa punya anak bisa terjawab dengan melakukan penanganan bersama dokter ahli. Pada dasarnya, pria yang mengalami masalah impotensi bukan berarti memiliki sperma dengan kualitas buruk. Sulitnya mendapatkan keturunan diakibatkan oleh ketidakmampuan pria untuk melakukan ereksi saat berhubungan seksual. Karena itu, untuk mengetahui impotensi apa bisa punya anak adalah dengan berkonsultasi dengan dokter ahli.
 
Penanganan penyakit impotensi harus dilakukan berdasarkan jenis impotensi yang dialami. Impotensi dapat bersifat psikogenik dan organik. Impotensi yang bersifat psikogenik biasanya terjadi karena faktor psikologi, seperti stres, depresi, dan kelelahan. Sementara impotensi dengan sifat organik terjadi akibat adanya komplikasi operasi prostat dan diabetes mellitus. Cara penanganan tepat yang dapat dilakukan, meliputi:


• Mengatasi faktor penyebab, seperti pengendalian gula darah.
• Pemberian obat-obatan dan suntikan hormon testosteron.
• Melakukan pompa vakum atau tindakan operasi

Impotensi apa bisa punya anak bisa ditangani dengan mulai menerapkan pola hidup sehat. Anda dapat melakukan beberapa upaya pencegahan untuk mengurangi stres. Pola hidup yang sehat bisa diawali dengan berolahraga secara teratur, mengonsumsi makanan bergizi, dan turunkan berat badan jika mengalami obesitas. Selain itu, penderita impotensi harus menghindari konsumsi rokok, minuman keras atau beralkohol, dan penggunaan obat-obatan terlarang.

Segera Konsultasi dengan Klinik Utama Gracia

Anda dapat mengetahui impotensi apa bisa punya anak dengan melakukan konsultasi bersama Klinik Utama Gracia. Klinik Utama Gracia merupakan salah satu klinik kesehatan yang khusus menangani masalah kulit dan kelamin. Penanganan terbaik akan Anda dapatkan karena klinik ini dilengkapi dengan peralatan medis yang canggih dan modern. Segera hubungi hotline Klinik Utama Gracia di nomor 081336361555 untuk informasi mengenai impotensi apa bisa punya anak atau penyakit kelamin lainnya.

Baca juga: Impotensi Apakah Bisa Sembuh Total dan Tak Kambuh?

 


Panduan Penting

Perlu Anda ketahui bahwa setiap artikel ataupun tips yang Kami sediakan di website klinikginekologi.net hanya merupakan referensi dan harap tidak dijadikan sebagai panduan medis yang mutlak.

Sehingga ada baiknya konsultasikan kondisi medis yang Anda alami dengan dokter profesional agar penyakit Anda bisa terpantau dan disembuhkan dengan baik.