Apakah Anda seorang pria yang kesulitan untuk naik (ereksi) walaupun sudah dirangsang? Jika ya maka hal tersebut salah satu gejala disfungsi ereksi, dan tentunya jika Anda mengalami gejala tersebut ada baiknya segera konsultasikan segera kepada dokter karena dikhawatirkan Anda mengalami masalah disfungsi ereksi.

Disfungsi ereksi (DE) adalah ketidakmampuan bagi pria untuk mendapatkan atau membuat ereksi yang cukup kuat atau keras untuk melakukan hubungan badan dan hal ini juga kadang disebut sebagai impotensi.

Dan masalah disfungsi ereksi ini paling sering dialami oleh pria dalam keadaan stres, bahkan seringkali DE bisa menjadi pertanda adanya masalah pada kesehatan sehingga disfungsi ereksi membutuhkan perawatan dan pengobatan yang paling tepat.

Tetapi perlu Anda ketahui bahwa tidak semua masalah seksual pria ini disebabkan oleh DE, karena jenis disfungsi seksual pria lainnya bisa sangat beragam seperti: Ejakulasi dini, Ejakulasi tertunda atau tidak ada, sampai kurangnya minat untuk berhubungan badan.



Inilah Gejala Disfungsi Ereksi yang Paling Sering Dialami Pria:



- Gejala disfungsi ereksi yang pertama adalah mengalami kesulitan untuk naik atau berereksi walaupun sudah dirangsang secara seksual

- Mengalami kesulitan untuk mempertahankan ereksi selama aktivitas seksual

- Berkurangnya minat untuk berhubungan badan

- Mengalami anorgasmia merupakan ketidakmampuan untuk mencapai orgasme setelah stimulasi yang cukup banyak

Sehingga sebaiknya Anda harus segera berkonsultasi dengan dokter jika Anda memiliki gejala-gejala disfungsi ereksi diatas terutama jika gejala tersebut sering terjadi dan bertahan selama dua bulan atau lebih.

Lalu, Apakah yang Menyebabkan Seorang Pria Mengalami Disfungsi Ereksi?


Diketahui ada banyak kemungkinan penyebab disfungsi ereksi tetapi penyebab utamanya bisa mencakup gangguan emosional dan fisik, tetapi terdapat beberapa penyebab lainnya, diantaranya adalah sebagai berikut:

- Mengalami penyakit kardiovaskular
- Mengalami penyakit diabetes
- Mengalami hipertensi, hiperlipidemia
- Kerusakan akibat kanker atau pembedahan
- Mengalami cedera
- Obesitas atau kelebihan berat badan
- Bertambah usia
- Kegelisahan atau stres
- Masalah hubungan
- Penggunaan obat tertentu
- Penggunaan alkohol dan merokok

Bahkan disfungsi ereksi dapat disebabkan oleh hanya satu dari beberapa faktor ini atau beberapa, dan itulah mengapa penting untuk bekerja sama dengan dokter Anda sehingga mereka dapat menyingkirkan atau mengobati kondisi medis yang mendasarinya.

Apakah yang Menyebabkan Pria Bisa Bereksi?
Ereksi adalah hasil peningkatan dari aliran darah ke Mr P Anda dan pada umumnya aliran darah biasanya dirangsang oleh pikiran seksual atau kontak langsung dengan Mr P Anda.

Saat pria menjadi bersemangat secara seksual, maka otomatis otot di Mr P akan rileks dan proses relaksasi ini memungkinkan peningkatan aliran darah melalui arteri penis, sehingga aliran darah ini bisa mengisi dua bilik di dalam Mr P yang disebut corpora cavernosa.

Corpora cavernosa berfungsi sebagai ruang yang mengisi dengan darah pada Mr P, sehingga ereksi bisa berakhir saat otot berkontraksi dan akumulasi darah bisa mengalir keluar melalui pembuluh darah pada Mr P.

Sehingga akhirnya masalah disfungsi ereksi dapat terjadi karena masalah pada tahap proses ereksi, misalnya arteri pada Mr P mungkin terlalu rusak untuk membuka aliran darah dengan benar sehingga membiarkan darah masuk dan akhirnya menyebabkan masalah DE.

Kenapa Disfungsi Ereksi Sering Menyerang Pria yang Lebih Tua?
Tahukah Anda menurut National Institute of Diabetes and Digestive and Kidney Diseases sekitar 30 juta pria Amerika terkena disfungsi ereksi seiring dengan bertambahnya usia, dan berikut di bawah ini adalah hitungan presentasenya:

- 12 % pria mengalami disfungsi ereksi di bawah 60 tahun

- 22 % pria mengalami disfungsi ereksi saat berusia 60an

- 30 % pria mengalami disfungsi ereksi saat berusia 70 atau lebih tua

Meski risiko disfungsi ereksi meningkat seiring bertambahnya usia, tetapi mungkin saja DE bisa terjadi di usia yang lebih muda. Bahkan sebuah studi tahun 2013 menemukan bahwa 1 dari 4 pria mencari pengobatan pertama mereka untuk DE berusia di bawah 40 tahun.

Selain itu para periset menemukan korelasi yang lebih kuat antara merokok dan penggunaan narkoba dan masalah disfungsi ereksi yang sering terjadi pada pria di bawah 40 tahun daripada di antara pria yang lebih tua dan hal tersebut berarati menunjukan gaya hidup sehat sangat penting untuk mencegah hal tersebut.

Sebuah analisis penelitian tentang DE pada pria di bawah usia 40 tahun menemukan bahwa merokok merupakan faktor bagi ED di antara 41 % pria berusia di bawah 40 tahun. Diabetes adalah faktor risiko paling umum berikutnya dan dikaitkan dengan DE pada 27 % pria berusia di bawah 40 tahun.

Lalu, Bagaimanakah Cara Untuk Mengatasi Masalah Disfungsi Ereksi?



- Dengan Menerapkan Pola Hidup Sehat
Cara pertama untuk mengatasi impotensi adalah dengan menerapkan pola hidup sehat karena seperti yang telah dijelaskan di atas pola hidup yang buruk bisa menyebabkan masalah impotensi.

Pola hidup sehat tersebut seperti dengan berolahraga secara rutin, menjaga berat badan dalam keadaan normal, mengkonsumsi makanan sehat, berhenti merokok, menghentikan asupan alkohol dan cukup tidur.

- Menggunakan Teknik Akupunktur
Tahukah Anda bahwa ternyata teknik Akupunktur yang telah digunakan sejak dahulu sangat disarankan sebagai pengobatan alternatif untuk disfungsi ereksi.

Bahkan hal ini sudah diteliti di Negara Turki yang menguji teori tersebut pada seorang pria yang sebelumnya melaporkan hanya mampu untuk bertahan selama 2 menit saat melakukan hubungan badan.

Lalu, pria tersebut menjalani 8 sesi akupunktur dalam waktu 1 bulan, kemudian pada akhir studi selama 4 minggu, seorang pria yang melakukan teknik akupunktur ternyata mampu bertahan 30 detik lebih lama saat melakukan hubungan badan daripada pria yang tidak melakukan teknik akupunktur.

- Menggunakan Terapi Seks yang Dibantu istri
Tujuan terapi seks tersebut adalah agar meningkatkan kualitas dan kuantitas ereksi pada suami, dan ternyata terapi seks yang dilakukan menunjukkan keberhasilan untuk mengatasi masalah impotensi.



Nah, itulah tadi berbagai macam gejala disfungsi ereksi yang perlu Anda waspadai dan misalkan Anda merasa memiliki beberapa gejala seperti di atas maka sudah saatnya Anda untuk berobat di Klinik Utama Gracia atau Anda juga bisa berkonsultasikan permasalahan tersebut dengan mengklik tombol chat online di atas.