Tahukah Anda bahwa ternyata balanitis lebih berisiko menyerang kepada seorang pria yang tak disunat dibandingkan dengan pria yang sudah disunat? Bahkan kondisi ini merupakan kondisi yang umum yang bisa mempengaruhi kira-kira 1 dari setiap 25 pria bisa mengalami hal tersebut dan hal ini bisa terjadi pada usia berapapun.

Balanitis adalah peradangan pada Mr p dibarengi dengan rasa nyeri dan biasanya disebabkan oleh adanya infeksi atau kondisi kulit kronis dan kebersihan Mr p yang tidak tepat sehingga dapat menyebabkan iritasi kulit.

Diketahui sebagian besar balanitis terjadi pada seorang pria yang tidak disunat dan hal ini bisa menyakitkan, tapi biasanya tidak serius, namun kabar baiknya adalah balanitis seringkali bisa diobati dengan menggunakan obat-obatan tertentu dari dokter.

 

Apa yang Menyebabkan Balanitis?

 

Diketahui kondisi ini sering disebabkan oleh adanya pertumbuhan dari bakteri atau ragi berlebih. Karena diketahui kulup Mr P adalah tempat yang ideal bagi organisme ini untuk tumbuh karena bisa menjebak kelembaban di sekitar kepala Mr P.

Namun, infeksi dengan Candida albicans adalah penyebab paling umum dari balanitis, Candida adalah sejenis jamur yang bisa juga menyebabkan sariawan, dan infeksi lain yang dapat menyebabkan hal ini meliputi:

  1. Bakteri: Ini bisa berkembang biak dengan cepat dalam kondisi lembab dan hangat di bawah kulup
  2. Infeksi menular seksual (IMS): Contohnya termasuk virus herpes simpleks, klamidia dan sifilis.
  3. Liken planusadalah penyakit kulit dengan bintik-bintik kecil, gatal, berwarna pink, atau ungu yang bisa terjadi mulut, kuku, kulit kepala, vulva, Miss V, dan Mr P.
  4. Eksim adalah kondisi kulit kronis dalam jangka panjang yang bisa menyebabkan kulit gatal, memerah, pecah-pecah, dan kering.
  5. Psoriasis adalah kelainan kulit kering dan bersisik
  6. Dermatitis adalah radang kulit yang di akibat oleh kontak langsung dengan reaksi iritasi atau alergi
  7. Dalam kasus yang sangat jarang, balanitis dikaitkan dengan kanker kulit.

Sedangkan iritasi pada kulit kelenjar bisa menyebabkan radang pada Mr P dan bisa terjadi karena berbagai macam hal, meliputi:

  1. Bahan kimia yang digunakan dalam kondom, pelumas, dan spermisida
  2. Deterjen atau bubuk pencuci dan kondisioner kain yang tidak dibilas seluruhnya
  3. Sabun wangi dan gel mandi

Dan untuk mengurangi hal tersebut ada baiknya Anda mencuci Mr P setiap hari dan mengeringkan nya dengan hati-hati sehingga tidak ada uap air yang berada di bawah kulup dan mencuci Mr P dengan sabun secara berlebihan dapat memperburuk kondisi ini.

Gejala-Gejala Dibawah ini Sering Dialami Pria Jika Mengalami Balanitis:

  1. Kulit terasa mengencang pada kulup
  2. Mr P terasa gatal dan kemerahan
  3. Terasa sakit di sekitar darah Mr P
  4. Kulit terasa nyeri pada Mr P
  5. Terdapat kotoran tebal dan kental di bawah kulup
  6. Keluar bau yang tidak sedap
  7. Kulup terasa ketat dan tidak bisa ditarik mundur
  8. Terasa sakit saat buang air kecil
  9. Kelenjar membengkak di dekat Mr P
  10. Rasa sakit, iritasi, mungkin terjadi di bawah kulup 2 sampai 3 hari setelah berhubungan badan dan beberapa tanda dan gejala balanitis mirip dengan IMS atau sariawan.

Bagaimana Balanitis Didiagnosis?

Diketahui balanitis biasanya dapat didiagnosis selama pemeriksaan fisik karena sebagian besar gejalanya dapat terlihat jelas dan biasanya dokter akan mengambil sampel air urin, sehingga dokter bisa memeriksakan keberadaan sel bakteri atau jamur dan hal ini bisa membantu menentukan penyebab ini.

Bila penyebab balanitis adalah kondisi kulit yang kronis, dokter mungkin akan melakukan biopsi. Untuk biopsi dokter akan menghilangkan sebagian kecil jaringan dari Mr P untuk memeriksanya dan mungkin Anda akan diberi anestesi lokal sebelum dokter mengumpulkan sampel tersebut.

Bagaimana Cara Untuk Mencegah Balanitis?

  1. Untuk mencegah infeksi maka kepala Mr P dan kulup harus tetap bersih dan kering setelah pencucian harian.
  2. Kulit khatan harus ditarik kembali sehingga glans terpapar.
  3. Daerah Mr P harus dicuci bersih dan lembut dengan air bersih dan hangat, namun biasanya sabun bisa mengiritasi Mr P jadi sebaiknya hindari menggunakan sabun pembersih.
  4. Sebelum membersihkan kulup tangan Anda harus benar-benar bersih dan kering
  5. Pria yang cenderung mengalami balanitis setelah berhubungan badan maka harus mencuci Mr P setelah melakukan aktivitas seksual.

Nah, itulah tadi berbagai macam penjelasan mengenai balanitis, dan semoga saja artikel ini dapat menambah wawasan Anda, dan misalkan Anda mengalami hal tersebut maka Anda dapat berkonsultasi kepada tim medis Kami dengan mengklik tombol chat online atau Anda bisa datang ke Klinik Utama Gracia.